Aaron Ramsey Ditunjuk sebagai Pelatih Oxford United, Klub Milik Erick Thohir
Baca dalam 60 detik
- Mantan gelandang Arsenal dan Juventus, Aaron Ramsey, resmi menjadi pelatih kepala Oxford United mulai musim 2026/2027.
- Oxford United akan berlaga di EFL League One setelah degradasi dari Championship, dengan dua pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan, dalam skuad.
- Ramsey, yang baru pensiun pada April 2026, membawa ambisi membangun budaya elite dan profesionalisme di klub milik Ketua PSSI Erick Thohir.

Oxford United, klub milik Ketua Umum PSSI Erick Thohir, resmi menunjuk mantan gelandang Timnas Wales, Aaron Ramsey, sebagai pelatih kepala untuk musim depan. Keputusan ini diumumkan pada akhir Juni 2026, bersamaan dengan persiapan klub menghadapi degradasi ke kasta ketiga Liga Inggris, EFL League One.
Ramsey, yang pensiun pada April 2026 di usia 35 tahun, menggantikan Matt Bloomfield yang hanya bertahan enam bulan. Sebelumnya, Ramsey sempat menjadi pelatih sementara Cardiff City selama satu bulan. Pengalamannya bermain di bawah manajer top seperti Arsรจne Wenger dan Massimiliano Allegri menjadi modal utama.
Oxford United hanya bertahan dua musim di Championship setelah promosi pada 2024. Musim lalu, klub finis di peringkat ke-22 dengan 47 poin dari 46 laga, memastikan degradasi. Situasi ini menjadi tantangan berat bagi Ramsey, yang harus membangun kembali tim di divisi yang lebih rendah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini memiliki resonansi khusus. Dua pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan, masih terikat kontrak dengan Oxford United. Namun, performa keduanya musim lalu kurang memuaskan. Romeny gagal mencetak gol atau assist dalam 16 penampilan di Championship, sementara Marselino hanya bermain 72 menit selama masa peminjaman di AS Trencin karena cedera. Keduanya perlu membuktikan diri di bawah arahan Ramsey untuk mempertahankan tempat di skuad utama.
Dalam pernyataan resmi klub, Ramsey mengungkapkan antusiasmenya. "Merupakan suatu kehormatan dan hak istimewa untuk diangkat sebagai pelatih kepala Oxford United. Saya dapat merasakan ambisi dan keinginan untuk sukses dari klub," ujarnya. Ia menambahkan bahwa timnya akan bermain dengan identitas jelas, dibangun di atas kebiasaan elite dan komitmen untuk terus berkembang.
Ramsey juga menekankan pentingnya etos kerja dan perjuangan untuk lambang klub. "Saya menginginkan skuad yang berjuang hingga akhir dan membuat pendukung bangga," tegasnya. Filosofi ini diharapkan mampu membangkitkan semangat Oxford United yang tengah terpuruk.
Langkah Ramsey menjadi sorotan karena ia belum memiliki pengalaman melatih di level senior secara penuh. Namun, jejak kariernya sebagai pemain di klub-klub besar Eropa memberinya wawasan taktik dan manajemen tekanan. Pertanyaannya, akankah ia mampu menerjemahkan pengalaman itu menjadi hasil di atas lapangan?
Bagi Erick Thohir, penunjukan Ramsey adalah bagian dari strategi jangka panjang membangun Oxford United. Dengan basis penggemar yang loyal dan infrastruktur yang memadai, klub berpotensi bangkit kembali ke Championship. Namun, persaingan di League One tidak mudahโbanyak klub bersejarah seperti Portsmouth dan Bolton Wanderers yang juga berambisi promosi.
Musim 2026/2027 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Ramsey, Romeny, Marselino, dan seluruh skuad Oxford United. Mampukah mereka mengembalikan kejayaan klub di bawah asuhan mantan bintang Arsenal? Atau justru akan terpuruk lebih dalam? Jawabannya baru akan terjawab saat kompetisi bergulir.



