New Zealand Buru Kemenangan Perdana di Piala Dunia, Pelatih Minta Efisiensi
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Darren Bazeley menuntut penyelesaian akhir lebih tajam setelah Selandia Baru ditahan imbang Iran 2-2 di laga perdana Grup G.
- Pertemuan melawan Mesir di Vancouver menjadi penentu peluang lolos ke fase gugur, dengan kedua tim sama-sama mengoleksi satu poin.
- Kemenangan perdana di Piala Dunia menjadi target bersejarah yang sudah diperjuangkan skuad Kiwi sejak empat tahun terakhir.

Vancouver, 20 Juni โ Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, menegaskan timnya harus tampil lebih klinis saat menghadapi Mesir pada laga kedua Grup G Piala Dunia, Minggu (22/6). Pernyataan itu muncul setelah skuad Kiwi hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Iran dalam pertandingan pembuka yang berlangsung di California. Bagi Selandia Baru, hasil tersebut tetap dianggap sebagai salah satu penampilan terbaik dalam beberapa tahun terakhir, namun Bazeley menilai penyelesaian akhir masih menjadi titik lemah yang perlu segera diperbaiki.
Pertandingan di BC Place, Vancouver, akan mempertemukan dua tim yang sama-sama mengantongi satu poin. Grup G pun menjadi sangat terbuka setelah Iran dan Belgia juga berbagi angka di laga lainnya. Selandia Baru, yang tampil untuk ketiga kalinya di putaran final Piala Dunia, harus memetik kemenangan jika ingin menjaga asa melaju ke babak 16 besar. Sementara Mesir, yang sebelumnya menahan Belgia 1-1 di Seattle, juga berada dalam posisi yang sama: menang atau terancam tersingkir.
Bazeley mengakui bahwa timnya menunjukkan perkembangan signifikan dalam penguasaan bola dan pola serangan. Namun, ia menekankan perlunya peningkatan dalam hal ketajaman dan kreativitas di sepertiga akhir lapangan. โKami harus terus berkembang setiap kali berkumpul. Tapi pertama-tama, kami perlu mencapai level permainan seperti yang kami tunjukkan melawan Iran,โ ujar pelatih asal Inggris itu dalam konferensi pers.
Di kubu lawan, Mesir memiliki lini depan yang mengancam dengan kapten Mohamed Salah sebagai ujung tombak. Pemain berusia 34 tahun itu telah mencetak sembilan gol selama kualifikasi dan memberikan assist untuk gol Emam Ashour saat melawan Belgia. Bazeley mengakui kualitas Salah, namun menegaskan bahwa pertahanan kolektif menjadi kunci untuk meredam ancaman dari berbagai sisi. โJika kami terlalu fokus pada satu pemain, kami bisa celah di area lain. Pertahanan harus dilakukan sebagai satu kesatuan,โ tambahnya.
Bagi Selandia Baru, laga ini bukan sekadar soal angka. Kemenangan perdana di Piala Dunia menjadi target bersejarah yang sudah diperjuangkan skuad ini sejak empat tahun terakhir. โIni akan menjadi momen besar bagi Selandia Baru. Sejarah. Itulah yang terus kami bicarakan,โ ujar Bazeley. Dengan motivasi ekstra dan tekanan tinggi, pertandingan di Vancouver diprediksi berjalan sengit. Akankah Kiwi akhirnya mencatatkan nama mereka dalam buku sejarah Piala Dunia?



