Piala Dunia 2026: Inggris dan Skotlandia Berpotensi Bentrok di Babak 16 Besar
Baca dalam 60 detik
- Inggris yang memuncaki Grup L dan Skotlandia di peringkat ketiga Grup C berpeluang bertemu di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
- Format baru dengan 48 tim membuat 32 tim lolos, termasuk delapan peringkat ketiga terbaik, sehingga perhitungan klasemen menjadi lebih kompleks.
- Hasil pertandingan terakhir grup dan kriteria tie-breaker seperti head-to-head, selisih gol, hingga peringkat FIFA akan menentukan nasib kedua tim.

Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 yang baru akan dimulai pada 24 Juni mendatang, dan sejak saat itu peta perjalanan menuju final pada 19 Juli mulai bisa diperkirakan. Dengan format baru yang melibatkan 48 tim—rekor terbanyak dalam sejarah turnamen—sebanyak 32 negara akan melaju ke fase gugur, menyisakan 16 tim yang harus pulang lebih awal. Salah satu skenario yang paling menarik perhatian adalah potensi pertemuan antara Inggris dan Skotlandia di babak 16 besar, tepatnya di Mexico City pada 6 Juli pukul 01.00 BST.
Inggris saat ini memuncaki Grup L, sementara Skotlandia berada di peringkat ketiga Grup C. Namun, posisi tersebut masih bisa berubah tergantung hasil pertandingan terakhir mereka masing-masing melawan Panama dan Brasil, serta hasil dari grup lain. BBC Sport telah mengembangkan alat prediksi yang diperbarui secara langsung selama pertandingan untuk membantu penggemar merencanakan jadwal nonton di tiga negara tuan rumah—Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada—yang tersebar di empat zona waktu berbeda.
Format baru ini membawa kompleksitas tersendiri. Selain 12 juara grup dan 12 runner-up yang otomatis lolos, delapan peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup juga akan mendapatkan tiket ke babak 32 besar. Penentuan peringkat ketiga terbaik menggunakan kriteria yang sama seperti tie-breaker grup: poin, selisih gol, gol dicetak, skor perilaku, dan peringkat FIFA. Artinya, tim yang finis di posisi ketiga pun masih memiliki peluang, tergantung pada hasil tim lain.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, format baru ini menarik karena membuka peluang lebih besar bagi tim-tim non-unggulan untuk melaju jauh. Meski Indonesia tidak lolos ke Piala Dunia 2026, perkembangan turnamen ini tetap relevan mengingat banyak pemain keturunan Indonesia yang bermain di liga Eropa dan potensi naturalisasi di masa depan. Selain itu, jadwal pertandingan yang sebagian besar berlangsung dini hari waktu Indonesia (karena perbedaan zona waktu) menjadi tantangan tersendiri bagi penggemar yang ingin menyaksikan langsung.
“Dengan 32 tim di fase gugur, setiap pertandingan terakhir grup bisa mengubah peta persaingan secara drastis,” ujar analis sepak bola internasional, menekankan pentingnya hasil akhir grup.
Jika Inggris dan Skotlandia benar-benar bertemu, ini akan menjadi duel Britania Raya yang langka di Piala Dunia. Namun, perjalanan mereka masih panjang: Inggris harus memastikan kemenangan atas Panama, sementara Skotlandia perlu mengalahkan Brasil dan berharap hasil lain mendukung. Pertanyaan besarnya, akankah format baru ini menghasilkan kejutan lebih besar, atau justru memperkuat dominasi tim-tim besar?



