Liam Gallagher Sambut 'Wonderwall' Jadi Lagu Kebangsaan Tak Resmi Inggris di Piala Dunia: 'Ini Klasik Abadi'
Baca dalam 60 detik
- Lagu Oasis 'Wonderwall' mengalami lonjakan streaming 50 persen di Inggris setelah menjadi anthem tak resmi Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.
- Liam Gallagher merespons dengan pernyataan blak-blakan, menyebut lagu itu 'klasik' dan suaranya 'biblical'.
- Fenomena ini memperkuat ikatan emosional antara pemain dan suporter, dengan Harry Kane menyebutnya sebagai momen favoritnya bersama timnas.

Liam Gallagher, vokalis legendaris Oasis, bereaksi khas setelah lagu klasik 'Wonderwall' diadopsi secara spontan oleh suporter Inggris sebagai lagu kebangsaan tak resmi di Piala Dunia 2026. Dalam pernyataan singkatnya, Gallagher menyebut lagu itu 'klasik abadi' dan mengklaim suaranya 'terdengar seperti kitab suci' di rekaman tersebut.
Fenomena ini bermula setelah kemenangan dramatis Inggris 4-2 atas Kroasia pekan lalu, di mana para pemain, termasuk Jude Bellingham, ikut bernyanyi bersama suporter di stadion. Momen yang terekam kamera itu langsung viral di media sosial, mendorong Spotify untuk merilis data yang menunjukkan lonjakan streaming 'Wonderwall' hingga 50 persen di Inggris. Platform streaming itu menyebut peningkatan ini 'sangat signifikan' mengingat lagu tersebut sudah memiliki basis pendengar yang besar.
Kakak Liam, Noel Gallagher, juga menyambut baik adopsi lagu tersebut. Dalam wawancara dengan The Sun, Noel mengatakan, "Wonderwall milik rakyat, dan itu adalah momen magis antara rakyat dan pemain." Ia mendoakan keberuntungan bagi semua yang telah melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk mendukung timnas Inggris.
Kapten Inggris Harry Kane menggambarkan momen tersebut sebagai salah satu favoritnya sepanjang karier bersama timnas. "Itu adalah koneksi emosional dengan para penggemar. Kami tahu betapa artinya ini bagi mereka, dan mereka melihat betapa artinya ini bagi kami. Kami memiliki hubungan itu sekarang," ujar Kane. Gelandang Declan Rice menambahkan, "Di lapangan setelah pertandingan, kami terhubung dengan fans, dan mereka bernyanyi. Itu spesial. Tidak ada yang seperti momen pertama itu."
Fenomena ini mengingatkan pada momen serupa di Piala Dunia 2018 ketika 'Three Lions' oleh The Lightning Seeds menjadi anthem tak resmi. Namun, 'Wonderwall' memiliki daya tarik lintas generasi yang lebih kuat, terutama di kalangan milenial dan Gen Z. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, fenomena ini bisa menjadi inspirasi bagaimana lagu-lagu lokal seperti 'Tanah Airku' atau 'Bendera' bisa menciptakan ikatan serupa antara timnas dan suporter di turnamen internasional. Meski belum ada momen sebesar itu, potensi emosionalnya tetap besar mengingat antusiasme suporter Indonesia terhadap Timnas Garuda.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah 'Wonderwall' akan terus menjadi anthem resmi tak resmi Inggris sepanjang turnamen, atau akan tergantikan oleh lagu lain jika Inggris melaju lebih jauh. Yang jelas, momen di Dallas itu telah menciptakan kenangan abadi bagi para pemain dan penggemar, membuktikan bahwa musik dan sepak bola adalah kombinasi yang tak terpisahkan.



