Format Baru Piala Dunia 2026: 48 Tim, 495 Kemungkinan, dan Jalan Timnas Menuju Final
Baca dalam 60 detik
- Piala Dunia 2026 memperkenalkan format 48 tim dengan 12 grup, di mana delapan peringkat ketiga terbaik juga lolos ke babak 32 besar.
- Aturan tie-break baru mengutamakan head-to-head, menggantikan selisih gol, dan jika masih imbang akan menggunakan catatan disiplin tim.
- Inggris berpotensi menghadapi Portugal, Spanyol, Brasil, dan Argentina jika ingin menjadi juara, sementara Skotlandia berada di jalur yang lebih ringan.

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi paling rumit dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia. Dengan 48 tim peserta, tiga negara tuan rumah, dan aturan tie-break baru, para penggemar harus bekerja ekstra keras untuk memahami siapa yang akan bertemu siapa di babak gugur. Inggris, yang saat ini memuncaki Grup L, harus melewati rintangan berat jika ingin mengangkat trofi di New York New Jersey Stadium pada 19 Juli mendatang.
Turnamen yang dimulai dengan 48 tim ini akan menyisakan 32 tim setelah fase grup, sama seperti jumlah peserta dari 1998 hingga 2022. Dua tim teratas dari masing-masing 12 grup otomatis lolos, ditambah delapan peringkat ketiga terbaik. Meksiko dan Amerika Serikat, dua dari tiga tuan rumah, sudah memastikan tempat setelah meraih kemenangan beruntun. Namun, yang membuat format ini rumit adalah 495 kemungkinan pasangan pertandingan yang melibatkan tim peringkat ketiga.
FIFA memperkenalkan perubahan signifikan dalam aturan tie-break. Jika sebelumnya selisih gol menjadi penentu utama sejak 1970, kini head-to-head menjadi prioritas pertamaโmetode yang sudah lama digunakan UEFA. Jika dua tim imbang dalam poin, pemenang pertandingan antara mereka akan unggul. Jika lebih dari dua tim terlibat, maka dibuat mini-league dengan hanya mempertimbangkan hasil antar tim tersebut. Jika masih imbang, barulah selisih gol dan jumlah gol keseluruhan grup diperhitungkan.
Jika semua kriteria itu masih belum cukup, FIFA akan menggunakan Team Conduct Score (TCS) atau catatan disiplin. Setiap kartu kuning atau merah akan mengurangi poin tim. Afrika Selatan menjadi tim dengan TCS terburuk sejauh ini, minus 12 setelah menerima dua kartu merah langsung dan empat kartu kuning. Sebanyak 14 tim masih memiliki catatan bersih. Jika masih seri, peringkat FIFA terbaru pada Juni 2026 akan menjadi penentu terakhir.
Bagi Indonesia, format baru ini memberikan gambaran tentang bagaimana sepak bola global terus berevolusi. Meskipun Timnas Indonesia belum lolos ke Piala Dunia 2026, pemahaman tentang aturan ini penting bagi penggemar yang ingin mengikuti turnamen. Apalagi, Indonesia bersama Australia dan Malaysia menjadi tuan rumah Piala Asia 2031, yang mungkin mengadopsi format serupa. Pelatih dan ofisial tim perlu memperhatikan pentingnya catatan disiplin, karena kartu bisa menjadi faktor penentu di turnamen besar.
Jalur Inggris menuju final terlihat sangat berat. Jika prediksi terkini terwujud, pasukan Thomas Tuchel akan menghadapi Portugal di babak 32 besar, lalu berpotensi bertemu Spanyol, Prancis atau Brasil, dan akhirnya Argentina di semifinal. Sementara itu, Skotlandia yang saat ini menjadi peringkat ketiga terbaik akan menghadapi Jerman di Boston pada 29 Juni. Separuh undian Skotlandia terlihat lebih longgar, dengan Belanda, Maroko, dan Amerika Serikat sebagai lawan potensial.
Namun, semua prediksi ini bisa berubah drastis dalam beberapa hari ke depan. Fase grup baru akan berakhir pada 29 Juni, dan setiap poin, gol, bahkan kartu sangat berarti. Dengan 495 kemungkinan pasangan, satu hasil pertandingan bisa mengubah seluruh peta jalan menuju final. Pertanyaannya, akankah format baru ini membuat Piala Dunia lebih adil atau justru semakin membingungkan?



