Gol Perdana di Piala Dunia: Alex Freeman Wujudkan Mimpi Keluarga, AS Laju ke 32 Besar
Baca dalam 60 detik
- Bek AS Alex Freeman mencetak gol pertamanya di Piala Dunia setelah VAR menganulir keputusan offside, membawa timnya unggul 2-0 atas Australia.
- Freeman, putra mantan pemain NFL Antonio Freeman, menyebut momen itu sebagai lingkaran penuh bagi keluarganya dan bukti kerja kerasnya.
- Pelatih Mauricio Pochettino memuji potensi Freeman sebagai salah satu bek terbaik dunia, sementara AS bersiap menghadapi Turki di babak 32 besar.

Bek Amerika Serikat, Alex Freeman, mencatatkan gol perdananya di Piala Dunia dalam kemenangan 2-0 atas Australia di Seattle Stadium, Selasa (25/6). Gol tersebut sempat diragukan karena bendera asisten wasit dikibarkan, namun setelah peninjauan VAR, keputusan offside dibatalkan dan gol disahkan. Momen itu memicu euforia di tribun dan pelukan hangat dari rekan setim serta staf pelatih.
Freeman, yang bermain untuk Villarreal di La Liga, mengaku emosinya meluap saat golnya diakui. โSaya hampir merayakan di tempat lain, tapi Cristian Roldan dan teman-teman mendorong saya ke sudut lapangan. Momen ini menunjukkan betapa kerasnya saya berusaha,โ ujarnya usai pertandingan. Ia juga menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh semangat di depan puluhan ribu penonton.
Perjalanan Freeman di dunia olahraga tak lepas dari sosok ayahnya, Antonio Freeman, mantan pemain NFL yang delapan musim membela Green Bay Packers dan meraih Super Bowl XXXI. โIni seperti lingkaran penuh bagi saya dan keluarga. Ayah mengajarkan saya untuk selalu siap dan percaya bahwa saya bisa menulis cerita sendiri,โ kata Freeman. Dedikasi dan kerja kerasnya kini membuahkan hasil di panggung sepak bola tertinggi.
Pelatih Mauricio Pochettino tak ragu memuji perkembangan sang pemain. โDia pemain rendah hati, selalu mau belajar, dan berpotensi menjadi salah satu bek terbaik dunia di posisinya,โ ujar Pochettino dalam konferensi pers. Freeman sendiri menegaskan bahwa semangat tim sedang tinggi dan mereka tidak boleh cepat puas. โAda perasaan bahwa sesuatu yang istimewa sedang terjadi. Kami harus terus tampil baik untuk menghadapi tantangan ke depan,โ tambahnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Freeman menjadi inspirasi bahwa latar belakang atletik keluarga dapat menjadi fondasi kuat untuk meraih prestasi di cabang olahraga berbeda. Di tengah maraknya pemain diaspora yang memperkuat tim nasional, perjalanan Freeman mengingatkan pentingnya kerja keras dan dukungan keluarga. Ke depannya, AS akan menghadapi Turki yang juga tampil impresif di fase grup. Mampukah Freeman kembali menjadi kunci kemenangan?



