Ghana Paksa Inggris Imbang 0-0: Pintu 32 Besar Piala Dunia 2026 Masih Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Ghana menahan imbang Inggris tanpa gol di Boston, membuat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin di Grup L.
- Pertahanan kokoh Ghana dan penyelamatan kiper Benjamin Asare menjadi kunci kegagalan lini depan Inggris mencetak gol.
- Hasil ini memastikan posisi puncak grup belum aman; Inggris dan Ghana hanya butuh satu poin di laga pamungkas untuk lolos.

Pertahanan rapat Ghana memaksa Inggris bermain imbang tanpa gol dalam laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Kamis (25/6) waktu setempat. Hasil ini membuat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin dan masih harus memastikan tiket ke babak 32 besar pada pertandingan terakhir, 27 Juni mendatang.
Sepanjang babak pertama, Inggris mendominasi penguasaan bola dan melancarkan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Ghana. Namun, organisasi lini belakang yang disiplin membuat The Three Lions hanya mampu menciptakan satu peluang emas melalui sundulan Declan Rice yang masih melambung di atas mistar. Ghana, yang lebih banyak bertahan, sesekali melancarkan serangan balik cepat meski belum mampu menembus pertahanan Inggris.
Memasuki babak kedua, tekanan Inggris semakin intensif. Elliot Anderson nyaris mencetak gol dengan sundulan jarak dekat yang masih bisa diblok, disusul tembakan Anthony Gordon yang tepat mengarah ke dada kiper Benjamin Asare. Harry Kane juga mendapat kesempatan melalui tendangan rendah, tetapi Asare kembali tampil gemilang dengan penyelamatan kakinya. Kiper Ghana itu menjadi pahlawan dengan ketenangannya di bawah mistar.
Ghana hampir memecah kebuntuan pada menit ke-80 setelah Abdul Fatawu lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan Jordan Pickford. Meski upaya pertamanya digagalkan Ezri Konsa, bola liar jatuh ke kaki Fatawu lagi, namun tembakannya diblok oleh rekan setimnya sendiri, Antoine Semenyo, tepat di garis gawang. Peluang emas itu menjadi titik balik yang menyelamatkan Inggris dari kekalahan.
Pada menit ke-87, Inggris nyaris memastikan kemenangan lewat skema serangan cepat. Umpan silang Reece James disambut sundulan Nico O'Reilly yang membentur mistar gawang. Bola muntah jatuh ke kaki Harry Kane, namun tendangan kapten Inggris itu melambung tinggi di atas gawang. Peluang itu menjadi yang terakhir bagi kedua tim sebelum wasit meniup peluit panjang.
Hasil imbang ini membuat peta persaingan di Grup L semakin ketat. Inggris akan menghadapi Panama pada laga terakhir, sementara Ghana berjumpa Kroasia. Kedua tim hanya membutuhkan satu poin tambahan untuk memastikan tempat di babak 32 besar. Namun, jika salah satu tim kalah dan hasil pertandingan lain tidak menguntungkan, drama bisa terjadi.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan bahwa pertahanan disiplin ala tim Afrika mampu meredam agresivitas tim unggulan. Dalam konteks persepakbolaan nasional, pelajaran tentang organisasi pertahanan dan transisi cepat bisa menjadi referensi bagi Timnas Indonesia yang kerap menghadapi lawan dengan penguasaan bola lebih baik. Kegagalan Inggris memanfaatkan dominasi juga mengingatkan bahwa sepak bola tidak selalu dimenangkan oleh penguasaan bola semata.
Dengan satu laga tersisa, apakah Inggris akan kembali terjebak dalam kebuntuan seperti di turnamen sebelumnya? Ataukah Ghana mampu menorehkan kejutan dengan lolos ke fase gugur? Jawabannya akan terjawab pada akhir pekan ini.



