Ronaldo Bungkam Kritik: Dua Gol di Piala Dunia 2026, Cetak Sejarah Enam Edisi
Baca dalam 60 detik
- Cristiano Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia setelah dua golnya membawa Portugal menghancurkan Uzbekistan 5-0.
- Penampilan gemilang ini menjawab kritik tajam setelah hasil imbang kontra DR Kongo, sekaligus menegaskan dominasinya di usia 41 tahun.
- Ronaldo kini menjadi pencetak gol tertua kedua sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya kalah dari Roger Milla, dan memimpin daftar top skor Portugal dengan 10 gol.

Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian di Piala Dunia 2026. Usai diguncang kritik karena performa kurang meyakinkan di laga pembuka, megabintang Portugal itu menjawab dengan cara paling spektakuler: dua gol ke gawang Uzbekistan yang membawa timnya menang telak 5-0, sekaligus mencatatkan namanya sebagai pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol di enam edisi turnamen sepak bola terbesar dunia.
Pertandingan di Grup K itu menjadi panggung pembuktian bagi Ronaldo yang sebelumnya diragukan. Banyak pihak menilai sang kapten menjadi beban bagi Portugal setelah hasil imbang 1-1 melawan DR Kongo. Sementara itu, bintang-bintang lain seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Harry Kane justru tampil gemilang di awal turnamen. Namun, Ronaldo hanya butuh enam menit untuk membungkam keraguan tersebut dengan sebuah half-volley indah memanfaatkan umpan Joao Cancelo. Ia kemudian menggandakan keunggulan sebelum turun minum melalui penyelesaian klinis menyambut umpan terobosan Bruno Fernandes.
Hanya penyelamatan garis gawang oleh Abdukodir Khusanov yang menghalangi Ronaldo mencetak hattrick di babak pertama. Meski demikian, dua gol sudah cukup untuk mengukuhkan statusnya sebagai pemain paling produktif Portugal di Piala Dunia dengan 10 gol, melampaui legenda Eusebio yang mengoleksi sembilan gol. Pelatih Portugal, Roberto Martinez, memuji peran kaptennya dalam menjaga semangat tim setelah hasil kurang memuaskan sebelumnya. "Cristiano adalah kapten yang sempurna, sangat fokus, dan memanfaatkan pengalamannya. Ini bukan kali pertama ia menghadapi situasi seperti ini," ujar Martinez.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pencapaian Ronaldo menjadi pengingat akan pentingnya konsistensi dan mental juara. Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia yang juga disiarkan langsung di berbagai platform Tanah Air, kisah Ronaldo memberikan pelajaran bahwa kritik bisa menjadi bahan bakar untuk membuktikan diri. Apalagi, dengan usia yang tak lagi muda, ia tetap mampu bersaing di level tertinggi. Mantan kapten Inggris, Wayne Rooney, yang pernah menjadi rekan setim Ronaldo di Manchester United, menyebut penampilan tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. "Dia di kritik, dan ini cara dia merespons. Dia selalu seperti itu sepanjang kariernya," kata Rooney.
Pelatih Uzbekistan, Fabio Cannavaro, yang pernah menjadi kapten juara dunia Italia 2006, memberikan pujian setinggi langit. "Jika Anda memberinya satu sentimeter di kotak penalti, Anda mati. Dia masih salah satu pemain terkuat dalam sejarah sepak bola," ujar Cannavaro. Sementara itu, mantan kapten Manchester United, Roy Keane, menambahkan, "Yang perlu dikagumi dari Ronaldo adalah rasa laparnya. Dia miliarder, sudah memenangkan segalanya kecuali Piala Dunia, tapi keinginannya untuk terus mencetak gol tidak pernah pudar."
Dengan kemenangan ini, Portugal naik ke puncak klasemen Grup K dan akan menghadapi Kolombia pada 28 Juni untuk menentukan juara grup. Jika Ronaldo mampu mempertahankan performa ini, bukan tidak mungkin ia akan menjadi ancaman serius bagi tim-tim unggulan lainnya. Pertanyaannya, akankah Ronaldo mampu membawa Portugal melaju jauh dan mungkin meraih gelar yang selama ini menjadi mimpinya? Atau justru usia akan menjadi penghalang? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: Ronaldo belum selesai.



