Afsel di Ambang Sejarah: Kalahkan Korsel atau Pulang
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Hugo Broos menegaskan laga kontra Korea Selatan adalah final awal bagi Afrika Selatan untuk lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya.
- Korea Selatan unggul tiga poin di Grup A, sementara Afrika Selatan baru mengoleksi satu poin hasil imbang dramatis melawan Republik Ceko.
- Kondisi cuaca ekstrem di Monterrey diprediksi menjadi faktor penentu yang menguras fisik kedua tim dalam pertandingan hidup-mati ini.

Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, menegaskan bahwa timnya harus mengalahkan Korea Selatan dalam laga penentuan Grup A, Rabu (24/6) di Monterrey, Meksiko, jika ingin mencatatkan sejarah pertama kali melangkah ke babak kedua Piala Dunia. Pertandingan ini menjadi momentum krusial bagi Bafana Bafana yang hanya mengantongi satu poin, tertinggal dua angka dari Korsel yang berada di puncak klasemen sementara.
Korea Selatan memulai turnamen dengan gemilang setelah mengalahkan Republik Ceko 2-0 pada laga pembuka. Sementara itu, Afrika Selatan harus puas berbagi angka setelah penalti menit akhir menyelamatkan mereka dari kekalahan atas tim yang sama di Atlanta. Kini, dengan tiga poin di tangan, Korsel hanya butuh hasil imbang untuk memastikan tiket ke babak 16 besar, sementara Afsel wajib menang penuh.
Broos mengakui bahwa timnya sempat kewalahan saat menghadapi Meksiko di laga pertama. โKami sedikit tertekan oleh situasi. Tim ini minim pengalaman di ajang sebesar ini,โ ujarnya. Namun, ia menilai pertandingan kontra Korsel justru lebih sederhana secara mental karena tidak ada pilihan lain selain menang. โKami tahu harus menang. Itu membuat segalanya lebih mudah,โ tambah pelatih asal Belgia itu.
Dari sisi taktik, Broos menyoroti disiplin dan kekuatan fisik Korea Selatan sebagai ancaman utama. โMereka tim yang sangat disiplin dan bagus secara fisik,โ katanya. Namun, faktor cuaca ekstrem di Monterrey bisa menjadi pemerata. โBermain di suhu yang sangat panas akan menguras energi pemain. Kondisi cuaca mungkin memainkan peran penting besok,โ ucap Broos.
Bagi publik sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena kedua tim memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air. Korea Selatan dikenal sebagai langganan Piala Dunia dengan gaya pressing tinggi, sementara Afsel mewakili kebangkitan sepak bola Afrika setelah era keemasan 1990-an. Hasil pertandingan ini juga bisa memengaruhi persepsi terhadap kekuatan sepak bola Asia dan Afrika di kancah global.
Pertanyaan besarnya, akankah Afrika Selatan mampu mengatasi tekanan sejarah dan cuaca untuk meraih kemenangan yang mereka butuhkan? Atau justru Korea Selatan yang akan memanfaatkan pengalaman dan keunggulan poin untuk mengamankan tempat di babak 16 besar? Jawabannya akan ditentukan dalam 90 menit di Estadio Universitario.



