Sejarah Baru Piala Dunia: Ibu dan Anak Satu Tim, Bindon Cetak Rekor
Baca dalam 60 detik
- Pemain belakang Selandia Baru, Tyler Bindon, menjadi pemain pertama yang tampil di Piala Dunia bersama ibunya yang juga pernah berlaga di ajang serupa.
- Jenny Bindon, kiper timnas putri Selandia Baru, memperkuat negaranya di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta Olimpiade 2008 dan 2012.
- Rekor ibu-anak ini melengkapi daftar keluarga pesepak bola di Piala Dunia, yang sebelumnya didominasi hubungan ayah-anak seperti Giovanni Reyna dan Claudio Reyna.

Piala Dunia 2026 mencatat sejarah baru ketika bek Selandia Baru, Tyler Bindon, masuk sebagai pemain pengganti pada laga melawan Iran, Selasa (20/6). Bukan sekadar debut, kehadirannya di lapangan menjadikan ia dan ibunya, Jenny Bindon, sebagai duet ibu-anak pertama yang pernah bermain di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Tyler Bindon, yang kini berusia 21 tahun, masuk pada masa injury time babak kedua saat Selandia Baru ditahan imbang 2-2 oleh Iran. Meski belum mampu meraih kemenangan perdana di Piala Dunia, momen itu tetap istimewa. "Hari yang spesial karena banyak alasan. Bangga mewakili Selandia Baru di panggung terbesar dan sangat bersyukur bisa berbagi momen ini dengan ibu sebagai duet ibu-anak pertama yang bermain di Piala Dunia," tulis Tyler di Instagram setelah pertandingan.
Jenny Bindon bukan nama asing di sepak bola wanita. Kiper yang memulai debut internasionalnya pada 2004 itu mengoleksi 77 caps bersama Selandia Baru. Ia tampil di Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011, serta Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012. Kariernya di Amerika Serikat membawanya menjadi pelatih di Universitas California, Los Angeles (UCLA), yang kemudian membuat keluarganya pindah ke California saat Tyler berusia 12 tahun.
Perjalanan Tyler Bindon menuju Piala Dunia tidak instan. Lahir di Auckland, ia menimba ilmu di akademi Los Angeles FC (MLS) sebelum pindah ke Reading pada 2023, lalu bergabung dengan Nottingham Forest pada 2025. Musim lalu ia dipinjamkan ke Sheffield United di Championship. Ayahnya, Grant Bindon, adalah mantan kapten tim voli putra Selandia Baru, menunjukkan bakat atletik mengalir dalam darah keluarga ini.
Rekor ini menambah daftar keluarga pesepak bola di Piala Dunia. Sebelumnya, hubungan ayah-anak lebih sering tercatat, seperti Giovanni Reyna yang baru saja mencetak gol untuk Amerika Serikat melawan Paraguay, putra dari Claudio Reyna. Juga Erling Haaland, yang ayahnya Alf-Inge Haaland membela Norwegia di Piala Dunia 1994. Namun, tak satu pun dari mereka yang memiliki ibu mantan pemain Piala Dunia.
Bagi Indonesia, momen ini bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan sepak bola wanita dan pria secara beriringan. Meskipun belum ada pemain Indonesia yang berlaga di Piala Dunia, kisah Bindon menunjukkan bahwa dukungan orang tuaโkhususnya ibuโdapat membawa anaknya ke panggung global. Di Indonesia, peran ibu dalam olahraga kerap kurang terekspos, padahal banyak atlet sukses yang didorong oleh ibunya.
Selandia Baru sendiri masih berjuang di Grup B Piala Dunia 2026. Setelah bermain imbang dengan Iran, mereka akan menghadapi Mesir di Vancouver pada 22 Juni mendatang. Bisakah Tyler Bindon kembali mencatatkan sejarah, atau justru membantu timnya meraih kemenangan pertama? Publik sepak bola dunia menanti.



