Lamine Yamal Cetak Sejarah: Gol Perdana di Piala Dunia 2026 Bawa Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Baca dalam 60 detik
- Lamine Yamal mencetak gol pertama di Piala Dunia 2026 pada laga Spanyol vs Arab Saudi, hanya butuh 598 detik sejak kick-off.
- Penampilan Yamal mengubah dinamika pertandingan: Spanyol bermain lebih percaya diri, sementara Arab Saudi harus mengerahkan penjagaan ekstra.
- Gol ini menempatkan Yamal sebagai pencetak gol termuda kedelapan dalam sejarah Piala Dunia, menandai awal karier gemilang yang diprediksi akan bersinar di beberapa edisi mendatang.

Lamine Yamal akhirnya menuntaskan mimpi masa kecilnya. Pemain sayap belia Spanyol itu mencetak gol perdananya di ajang Piala Dunia saat La Roja membantai Arab Saudi 4-0 dalam laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Minggu (21/6) waktu setempat. Gol yang tercipta pada menit ke-10 itu tidak hanya memastikan kemenangan telak, tetapi juga menjadi titik balik performa tim asuhan Luis de la Fuente yang sebelumnya tampil kurang meyakinkan.
Yamal, yang baru berusia 18 tahun, menjadi starter untuk pertama kalinya di turnamen ini setelah hanya bermain 25 menit saat melawan Cabo Verde. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, ia sudah membuktikan mengapa ia dianggap sebagai salah satu talenta paling cemerlang di generasinya. Gol tersebut sekaligus menempatkannya sebagai pemain termuda kedelapan yang pernah mencetak gol di Piala Duniaโsebuah prestasi yang sulit ditandingi.
Pelatih Luis de la Fuente tidak menyembunyikan kekagumannya. โKami sengaja memberinya istirahat setelah unggul jauh. Ia bisa saja bermain lebih lama, tapi yang terpenting ia kembali dalam kondisi prima dan penuh percaya diri. Kami senang melihat pemain kami tampil pada level terbaiknya,โ ujar De la Fuente dalam konferensi pers usai laga. Ia juga menekankan bahwa kehadiran Yamal di lapangan memberikan energi positif bagi seluruh tim.
Gelandang Spanyol Alex Baena, yang juga menjadi motor serangan, memuji dampak luar biasa Yamal. โMemiliki Lamine di lapangan, entah lima menit atau satu pertandingan penuh, sungguh luar biasa. Apa yang ia ciptakan hanya dengan kehadirannya memberi kami banyak hal. Apalagi ia mencetak gol pembuka. Anda bisa lihat betapa tajam dan fokusnya ia dalam latihan dan pertandingan. Semua yang ia berikan, dengan atau tanpa bola, akan sangat membantu kami,โ kata Baena kepada FIFA.
Kemenangan ini membawa Spanyol ke puncak klasemen Grup C dengan enam poin, unggul selisih gol atas Arab Saudi. Namun, yang lebih penting adalah kembalinya kepercayaan diri tim. Setelah tampil pincang saat melawan Cabo Verde (menang tipis 1-0), Spanyol menunjukkan permainan menekan yang atraktif dan efektif. Yamal menjadi pusat perhatian, tidak hanya karena golnya, tetapi juga pergerakan tanpa bola yang merepotkan pertahanan lawan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, penampilan Yamal menjadi pengingat bahwa talenta muda bisa bersinar di panggung terbesar. Indonesia, yang tengah gencar mengembangkan sepak bola usia muda, bisa menjadikan Yamal sebagai contoh nyata bahwa pembinaan sejak dini dan kepercayaan pelatih adalah kunci. Meskipun Indonesia belum lolos ke Piala Dunia, kisah Yamal memberikan inspirasi bahwa mimpi bermain di turnamen akbar bukanlah hal yang mustahil.
De la Fuente menegaskan bahwa Yamal masih akan terus dikembangkan secara bertahap. โIa masih sangat muda. Kami harus menjaganya agar tetap tenang dan tidak terbebani ekspektasi. Tapi bakatnya jelas, dan kami akan terus memberinya menit bermain yang tepat,โ ujarnya. Pertanyaan selanjutnya adalah: bisakah Yamal mempertahankan performa ini hingga fase gugur? Jika ya, Spanyol bisa menjadi kandidat serius untuk merebut trofi.



