Samurai Biru Jepang Hancurkan Tunisia 4-0, Tim Afrika Itu Resmi Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Jepang menggilas Tunisia 4-0 di Monterrey, memastikan lawannya pulang lebih awal dari Piala Dunia 2026.
- Kemenangan ini membawa Jepang ke posisi kedua Grup F dengan empat poin, menjaga asa lolos ke babak gugur.
- Tunisia menjadi tim pertama dari Grup F yang tersingkir, menyisakan persaingan sengit antara Jepang, Jerman, dan Pantai Gading.

Timnas Jepang memastikan langkah kokoh menuju babak gugur Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Tunisia dengan skor telak 4-0 dalam laga kedua Grup F yang digelar di Stadion Monterrey, Meksiko, Minggu (21/6). Kekalahan ini sekaligus memupus harapan Tunisia untuk melanjutkan perjalanan di turnamen empat tahunan tersebut.
Jalannya pertandingan sempat berjalan hati-hati di menit-menit awal, dengan kedua tim saling mengukur kekuatan. Namun, Jepang yang dikenal dengan disiplin taktik tinggi perlahan mengambil alih kendali permainan. Gol pertama lahir dari kaki Ayase Ueda pada menit ke-23, memanfaatkan umpang silang dari sisi kanan. Ueda kembali mencetak gol keduanya di babak kedua, sementara Daichi Kamada dan Junya Ito masing-masing menyumbang satu gol untuk melengkapi pesta Samurai Biru.
Kemenangan ini membawa Jepang ke peringkat kedua klasemen Grup F dengan koleksi empat poin, hanya terpaut satu angka dari pemuncak grup, Jerman, yang sebelumnya meraih kemenangan dramatis atas Pantai Gading. Sementara itu, Tunisia yang baru mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan harus mengakui keunggulan lawan dan resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Jepang kali ini menjadi sorotan tersendiri. Sebagai salah satu kekuatan utama Asia, konsistensi Jepang di panggung dunia kerap menjadi tolok ukur bagi perkembangan sepak bola di kawasan, termasuk Indonesia. Keberhasilan Jepang menguasai lini tengah dan memanfaatkan peluang dengan efisien menunjukkan betapa pentingnya pembinaan pemain muda dan sistem kompetisi yang solid โ pelajaran yang relevan bagi sepak bola nasional yang tengah berbenah.
Di sisi lain, kegagalan Tunisia menjadi catatan tersendiri bagi wakil Afrika. Meski tampil fisik dan disiplin, mereka kesulitan menghadapi pressing tinggi dan pergerakan cepat pemain Jepang. Analis sepak bola menilai bahwa ketidakmampuan Tunisia mengantisipasi serangan balik menjadi kelemahan utama yang dieksploitasi Jepang secara sempurna.
Dengan hasil ini, persaingan di Grup F semakin memanas. Jepang masih harus menghadapi Pantai Gading di laga pamungkas, sementara Jerman akan berhadapan dengan Tunisia. Skenario masih terbuka lebar: Jepang hanya perlu hasil imbang untuk memastikan tiket ke babak 32 besar, namun kemenangan akan mengamankan posisi runner-up grup. Pantai Gading, yang mengantongi tiga poin, juga masih berpeluang lolos jika mampu mengalahkan Jepang. Pertanyaan besarnya: akankah Samurai Biru kembali menunjukkan kegarangan mereka, atau justru tersandung di saat krusial?



