Patah Harta di Menit Akhir: Pantai Gading Tetap Percaya Diri Hadapi Curacao
Baca dalam 60 detik
- Pantai Gading kalah 1-2 dari Jerman setelah unggul hingga menit ke-68, namun masih memegang kendali nasib di Grup E.
- Kekalahan ini dianggap sebagai pelajaran berharga oleh kapten Franck Kessie dan pemain sayap Amad Diallo, yang menegaskan tim akan bangkit.
- Kemenangan atas Curacao di laga pamungkas sudah cukup untuk meloloskan Les Elephants ke babak 32 besar Piala Dunia U-20.

Kekalahan dramatis 1-2 dari Jerman pada laga kedua Grup E Piala Dunia U-20 tidak memupus harapan Pantai Gading untuk melaju ke fase gugur. Tim asuhan Emerse Fae masih memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri: cukup kalahkan Curacao di pertandingan terakhir, tiket ke babak 32 besar sudah di tangan.
Bermain di Toronto Stadium, Sabtu (27/5) waktu setempat, Les Elephants tampil mengejutkan. Setelah menaklukkan Ekuador 1-0 di laga pembuka, mereka berani menekan Jerman sejak menit awal. Gol pertama tercipta sebelum turun minum, dan selama lebih dari satu jam pertahanan rapat serta serangan balik cepat membuat juara dunia empat kali itu kesulitan. Namun, sepak bola kerap kejam. Pada menit ke-68, Deniz Undav memanfaatkan keraguan lini belakang Pantai Gading untuk menyamakan kedudukan. Ketika laga seakan akan berakhir imbang, Undav kembali mencetak gol pada menit keempat injury time, memastikan kemenangan yang pahit bagi lawannya.
โKami kecewa karena tahu bisa memenangi pertandingan ini,โ ujar gelandang sayap Manchester United, Amad Diallo, kepada FIFA usai laga. โKami punya peluang di babak kedua, tapi itulah sepak bola. Kami akan belajar dari kesalahan, memperbaikinya di latihan, lalu berusaha menang di laga berikutnya.โ Sikap serupa diungkapkan kapten Franck Kessie, yang kini membela Al-Ahli. โKehilangan poin di menit akhir sangat menjengkelkan, apalagi kami sempat punya kesempatan mengamankan tiga angka. Tapi ini lebih baik terjadi sekarang daripada di babak 32 atau 16 besar,โ katanya.
Kekalahan ini menjadi ujian mental bagi skuad muda Pantai Gading. Namun, semangat tim tidak runtuh. Diallo menegaskan, โKami menghormati Curacao, tapi kami akan ke Philadelphia Stadium dengan tekad kuat untuk menang dan membuat sejarah bagi Pantai Gading.โ Pertandingan penentuan itu akan digelar pada 31 Mei mendatang. Jika berhasil, Les Elephants akan menjadi salah satu dari dua tim terbaik grup, sebuah pencapaian yang akan dikenang dalam sejarah sepak bola Pantai Gading.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Pantai Gading di Piala Dunia U-20 ini mengingatkan pada kisah Timnas Indonesia U-19 yang pernah hampir lolos ke Piala Dunia. Meski berbeda level, semangat pantang menyerah dan kemampuan bangkit dari keterpurukan adalah pelajaran universal. Apakah Diallo dan kawan-kawan mampu mengubah kekecewaan menjadi energi positif? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa hari ke depan.



