Piala Dunia 2026: Jepang Bangkit dari Kehilangan Kapten, Hadapi Belanda dengan Semangat Baru
Baca dalam 60 detik
- Kapten Jepang Wataru Endo mundur karena cedera, digantikan Shuto Machino yang dipanggil mendadak.
- Pertemuan darurat tim di Dallas memperkuat solidaritas, dengan pemain senior seperti Nagatomo memberikan motivasi.
- Laga pembuka Grup F melawan Belanda pada Minggu menjadi ujian pertama bagi semangat juang Samurai Biru.

Dallas, Texas — Tim nasional Jepang menghadapi Belanda pada laga pembuka Gruf F Piala Dunia 2026, Minggu (14/6), dengan tekad yang menguat setelah kehilangan kapten Wataru Endo akibat cedera. Absennya sang pemimpin yang tak terduga justru memicu pertemuan darurat antar pemain untuk menyatukan kembali visi dan semangat tim.
Bek Ajax Amsterdam, Ko Itakura, yang kini dipercaya sebagai kapten baru, mengungkapkan bahwa ia bersama Yuto Nagatomo, Maya Yoshida, dan Takumi Minamino menyampaikan pesan-pesan penguat pada Jumat malam setelah tim tiba di Dallas. “Banyak hal terjadi, tapi peran saya adalah menyelaraskan seluruh tim menjelang laga perdana. Menyatukan tim adalah yang terpenting dalam turnamen singkat seperti ini,” ujar Itakura.
Nagatomo, yang mencatat rekor tampil di lima Piala Dunia berturut-turut, menegaskan bahwa ikatan tim justru semakin kuat setelah pertemuan tersebut. “Saya katakan kepada semua orang, ini bisa jadi Piala Dunia terakhir kalian. Tidak ada yang namanya ‘kamu masih muda, masih ada kesempatan lain’. Empat tahun bagi pesepakbola tidaklah sederhana… Kalian harus bertarung seolah ini yang terakhir,” kata pemain berusia 39 tahun itu. Ia menambahkan, “Sepanjang hidup, tak akan ada yang bisa membuatmu begitu bergairah dan bersemangat seperti ini… Semua orang terkejut dengan apa yang terjadi pada Wataru, tapi saya merasakan energi dari semua orang untuk terus maju, dan pikiran-pikiran mulai terhubung.”
Shuto Machino, yang dipanggil menggantikan Endo, mengaku sudah menyiapkan paspor sejak awal. Ia mendapat panggilan tak terduga dan dalam waktu tujuh jam sudah berada di pesawat. Perjalanan ke Dallas memakan waktu hampir 40 jam karena penerbangan tertunda. Penyerang Borussia Mönchengladbach itu tak sabar untuk berkontribusi setelah tidak bermain sama sekali di Piala Dunia 2022 Qatar, di mana ia juga menjadi pemain pengganti dadakan untuk Yuta Nakayama yang cedera. “Mungkin saya memang terlahir di bawah bintang seperti ini,” ujar Machino, yang akan mengenakan nomor punggung 6 milik Endo. “Ada tanggung jawab, dan banyak hal lain yang membebani saya. Tapi saya ingin turnamen ini membuat Wataru, setelah melihat saya bermain, merasa senang bahwa sayalah yang menggantikannya.”
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Jepang di Piala Dunia 2026 ini menarik untuk disimak. Sebagai sesama negara Asia, Jepang kerap menjadi tolok ukur sepak bola Asia di pentas dunia. Kehilangan kapten di menit-menit akhir tentu menjadi ujian mental yang berat, namun respons cepat dan solidaritas yang ditunjukkan pemain Jepang bisa menjadi pelajaran berharga. Di sisi lain, Belanda yang dikenal dengan total football-nya tentu tidak akan memberi ruang mudah. Pertandingan ini akan menjadi indikator sejauh mana Jepang mampu beradaptasi dengan tekanan dan tetap tampil kompetitif.
Dengan semangat baru dan tekad yang menyala, Samurai Biru siap membuktikan bahwa mereka tidak gentar meskipun kehilangan pemimpin. Pertanyaan besarnya: akankah kebersamaan yang terbangun setelah krisis ini cukup untuk mengatasi kekuatan Belanda? Jawabannya akan terungkap di lapangan hijau Dallas pada hari Minggu.



