Emam Ashour, Bintang Tak Terduga Mesir yang Membungkam Belgia di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Al Ahly, Emam Ashour, menjadi pemain kunci dalam hasil imbang 1-1 Mesir melawan Belgia di laga perdana Grup H Piala Dunia 2026.
- Ashour mencetak gol pertamanya untuk tim nasional dan dinobatkan sebagai pemain terbaik berkat fleksibilitas taktisnya yang luar biasa.
- Penampilannya mengonfirmasi statusnya sebagai salah satu gelandang serba bisa terbaik Afrika, dengan kemampuan bermain di berbagai posisi.
Ketika Mesir menghadapi Belgia di laga perdana Grup H Piala Dunia 2026, sorotan utama tertuju pada Mohamed Salah dan Omar Marmoush. Namun, justru Emam Ashour yang mencuri perhatian. Gelandang berusia 28 tahun itu mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-68, membawa timnya pulang dengan satu poin dari Seattle.
Gol Ashour lahir dari tembakan keras dari tepi kotak penalti yang meluncur deras ke sudut gawang Thibaut Courtois. Bagi pemain Al Ahly ini, itu adalah gol internasional pertamanya. Penampilannya yang gemilang membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan.
โSentuhan pertamanya membantunya mengambil keputusan,โ komentar legenda Mesir Mohamed Aboutrika di beIN Sports. โBanyak kiper mengira bola akan ke sudut jauh, tapi sentuhan pertama itu menyulitkan Courtois.โ
Yang membuat penampilan Ashour semakin istimewa adalah fleksibilitas taktisnya. Dalam laga itu, ia ditempatkan di sisi kiri formasi 4-4-2, sebuah peran yang jarang ia mainkan. Biasanya beroperasi sebagai gelandang tengah atau playmaker, Ashour tetap mampu mengalirkan permainan, berkolaborasi dengan Salah dan Marmoush, serta memutus serangan Belgia. Mantan pelatihnya di Al Ahly, Emad El Nahhas, menyebut kemampuan ini sebagai anugerah.
Perjalanan karier Ashour penuh transformasi. Ia memulai sebagai gelandang bertahan di Zamalek, kemudian beralih menjadi playmaker, dan sempat mencicipi sepak bola Eropa bersama Midtjylland pada 2023. Kepindahannya ke Al Ahly, rival abadi Zamalek, sempat menimbulkan tekanan, namun ia justru berkembang pesat. Musim 2024-25 ia menjadi pencetak gol terbanyak liga dan membantu Al Ahly merebut gelar juara Liga Champions Afrika 2024.
Fleksibilitas Ashour sudah teruji sejak Piala Afrika 2022, saat ia dimainkan sebagai bek kanan untuk mengawal Sadio Mane. Meski kalah adu penalti, ia berhasil meredam pergerakan bintang Senegal tersebut. Di bawah asuhan pelatih Hossam Hassan, Ashour bahkan pernah berperan sebagai wing-back di Piala Afrika 2025. โDia bisa bermain di mana pun, di lini tengah, sebagai playmaker, gelandang bertahan, atau bek kanan,โ ujar El Nahhas.
Bagi Indonesia, kisah Ashour menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya fleksibilitas pemain. Tim nasional Indonesia kerap kesulitan menghadapi pemain serba bisa lawan. Kehadiran pemain seperti Ashour menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi di berbagai posisi bisa menjadi aset besar di turnamen besar. Selain itu, keberhasilan pemain dari liga domestik Afrika seperti Ashour bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Indonesia untuk terus mengasah kemampuan multitalenta.
Ashour sendiri mengaku kecewa karena timnya hanya bermain imbang. โKami bertekad meraih kemenangan dengan menambah gol... kami kecewa, kami ingin menang,โ katanya. Namun, dengan satu poin di tangan, Mesir masih memiliki peluang lolos ke babak berikutnya. Pertanyaan besarnya: akankah Ashour kembali menjadi pembeda di laga-laga selanjutnya?



