Batal Tukar Jersey, Bek Cape Verde Lebih Bangga Bawa Pulang Kenangan Perdana
Baca dalam 60 detik
- Roberto Lopes memilih menyimpan jersey debut Piala Dunia setelah gagal bertukar dengan pemain Spanyol.
- Penampilan kokoh bek berusia 33 tahun itu menjadi kunci Cape Verde menahan imbang Spanyol tanpa gol.
- Langkah Cape Verde selanjutnya adalah menghadapi Uruguay dalam laga penentu grup H.
Bek tengah Cape Verde, Roberto Lopes, mengaku lega karena gagal menukar jersey dengan pemain Spanyol usai laga debut Piala Dunia timnya. Pasalnya, ia lebih ingin menyimpan kostum bersejarah yang dikenakannya saat menahan juara Eropa itu imbang 0-0 di Atlanta, Senin (15/6) lalu.
Lahir di Irlandia, Lopes bukanlah tipikal pemain yang gemar berburu jersey lawan. Namun, begitu menginjakkan kaki di panggung terbesar sepak bola, ia sempat berniat melanggar kebiasaannya. "Saya sudah bicara pada diri sendiri di turnamen ini, 'Kau tahu? Kali ini aku akan melanggar aturan itu'," ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/6).
Lopes mengincar jersey penyerang Spanyol, Mikel Oyarzabal, tetapi rekan setimnya lebih dulu mengambilnya. "Setelah itu saya pikir, ini bukan takdirku, ini bukan yang biasa saya lakukan. Lagipula, jersey Cape Verde ini, jersey Piala Dunia pertama saya, akan kembali ke Kilnamanagh. Saya senang tidak jadi menukarnya," katanya.
Penampilan Lopes menjadi tembok kokoh di lini belakang Cape Verde. Spanyol mendominasi penguasaan bola, tetapi permainan lambat mereka memudahkan Cape Verde menjaga formasi. Ketika Spanyol berhasil menembus, kiper Vozinha tampil luar biasa. "Kami tahu akan menghadapi tekanan. Mereka akan menguasai bola dan kami harus bertahan dengan gigih, berharap mereka kurang beruntung di depan gawang. Syukurlah Vozinha luar biasa, dia pantas mendapat pujian di usia 40 tahun," puji Lopes.
Keluarga Lopes dari Irlandia hadir di stadion, tetapi jadwal padat Piala Dunia membuatnya tak sempat bertemu. "Saya hanya mencari keluarga dan ingin merayakan momen itu bersama mereka. Tapi setelahnya, saat di pesawat, saya berpikir 'apa yang baru saja terjadi?'. Saya sempat melambai ke arah mereka dan mereka membalas," kenangnya.
Bagi Indonesia, kisah Cape Verde menjadi inspirasi bahwa tim debutan pun bisa merepotkan raksasa. Dengan persiapan matang dan disiplin taktik, kejutan seperti ini mungkin terjadi di panggung dunia. Pelajaran berharga bagi sepak bola Indonesia yang tengah membangun fondasi menuju level kompetitif.
Langkah Cape Verde selanjutnya adalah menghadapi Uruguay, yang ditahan imbang 1-1 oleh Arab Saudi, pada Minggu (21/6). Laga tersebut akan menentukan peluang mereka lolos ke fase gugur. Mampukah Cape Verde kembali membuat kejutan?



