Queiroz Bawa Misi Kemenangan: Ghana Siap Pamerkan Kekuatan Lawan Panama di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Ghana Carlos Queiroz menegaskan timnya akan tampil maksimal dan memamerkan kekuatan saat melawan Panama di laga perdana Piala Dunia 2026.
- Queiroz, yang telah melatih di lima edisi Piala Dunia, mengandalkan pengalaman panjangnya untuk mengambil keputusan tepat demi kemenangan.
- Dukungan besar suporter Ghana di Toronto diharapkan menjadi energi tambahan bagi Black Stars untuk meraih hasil positif.
Menjelang laga perdana Grup H Piala Dunia 2026 melawan Panama di Toronto, Rabu (12/6) waktu setempat, pelatih Ghana Carlos Queiroz menegaskan timnya siap menunjukkan kekuatan terbaik. Dalam konferensi pers di Toronto, Selasa (11/6), pelatih berusia 73 tahun itu menekankan bahwa hasil akhir sepak bola selalu penuh misteri, tetapi komitmen pemain menjadi kunci utama.
Queiroz, yang akan tampil di Piala Dunia kelima kalinya, menilai Panama sebagai tim yang terorganisir dan kompetitif. Namun, ia yakin Ghana memiliki solusi untuk meredam keunggulan lawan sekaligus mengeksploitasi kelemahan mereka. "Kami kuat dan akan menunjukkan kekuatan kami dalam pertandingan," ujar mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United itu.
Perjalanan karier Queiroz yang panjang—menukangi Real Madrid, Portugal, dan tiga kali membawa Iran ke Piala Dunia—menjadi modal berharga. Ia mengaku belajar banyak dari pengalaman, termasuk membedakan antara keputusan yang baik dan keputusan yang tepat. "Terkadang Anda membuat keputusan tepat tetapi hasilnya tidak sesuai harapan," katanya. Queiroz berharap mendapat ilham untuk mengambil keputusan tepat pada momen krusial.
Meski dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan filosofis, Queiroz menegaskan sepak bola tetaplah permainan sederhana. "Satu-satunya yang kami pikirkan adalah menang. Entah lewat udara, sisi kanan, atau kiri, semua tidak penting. Kami hanya harus menemukan jalan menuju kemenangan," tegasnya.
Dukungan suporter Ghana yang memadati Toronto sejak kedatangan tim pada Senin (10/6) menjadi suntikan moral tersendiri. Queiroz berharap dentuman drum khas Ghana terdengar selama 90 menit dan mampu mempercepat detak jantung para pemain. Atmosfer seperti ini, menurutnya, bisa menjadi pembeda di lapangan.
Bagi Indonesia, perjalanan Ghana di Piala Dunia 2026 menarik dicermati sebagai contoh bagaimana tim dengan sumber daya terbatas mampu bersaing di panggung global. Pendekatan Queiroz yang mengedepankan komitmen dan kesederhanaan taktik bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan sepak bola nasional. Apakah Ghana mampu mencuri poin di laga perdana dan melaju jauh? Jawabannya akan terungkap mulai Rabu dini hari nanti.



