Gol Penalti di Menit Akhir: Qatar Paksa Swiss Berbagi Angka di Laga Perdana Grup B
Baca dalam 60 detik
- Qatar menahan imbang Swiss 1-1 berkat gol sundulan Boualem Khoukhi di masa injury time, setelah Swiss unggul lebih dulu lewat penalti Breel Embolo.
- Swiss mendominasi pertandingan dengan 26 percobaan ke gawang, namun gagal mengonversi peluang menjadi gol tambahan, yang berujung pada hasil imbang yang mengecewakan.
- Hasil ini membuat Grup B semakin terbuka, dengan Qatar masih memiliki peluang lolos meski harus menghadapi tuan rumah Kanada pada laga berikutnya.
Qatar mencuri satu poin berharga di laga perdana Piala Dunia 2026 setelah gol sundulan kapten Boualem Khoukhi di menit akhir memaksa Swiss bermain imbang 1-1 di Santa Clara, California, Sabtu (13/6). Hasil ini menjadi kejutan mengingat Swiss mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal.
Swiss unggul lebih dulu pada menit ke-17 melalui eksekusi penalti Breel Embolo yang dingin. Namun, kegagalan memaksimalkan 26 tembakan—termasuk beberapa peluang emas—menjadi bumerang bagi tim asuhan Murat Yakin. Qatar, yang hanya melepaskan tujuh percobaan, bertahan disiplin dan memanfaatkan satu peluang di masa injury time untuk menyamakan kedudukan.
Pelatih Qatar, Julen Lopetegui, memuji mentalitas anak asuhnya yang tidak pernah menyerah meski terus tertekan. “Kami percaya, bekerja, bertahan, dan tangguh. Pada akhirnya, kami mendapat hadiah besar,” ujarnya. Lopetegui menegaskan bahwa timnya tidak mengubah rencana permainan meski tertinggal, karena membuka pertahanan terlalu awal akan berakibat fatal melawan tim sekelas Swiss.
Kekecewaan mendalam dirasakan kubu Swiss. Gelandang Granit Xhaka mengakui performa timnya tidak cukup baik untuk menang. “Setiap hasil imbang terasa seperti kekalahan. Kami harus introspeksi,” katanya. Sementara itu, Denis Zakaria menyebut kegagalan memanfaatkan peluang sebagai “bayaran mahal” yang harus dibayar Swiss. Media Prancis RTS bahkan menjuluki hasil ini sebagai “QATARSTROPHE.”
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa sepak bola modern tidak selalu dimenangkan oleh tim yang dominan. Ketangguhan mental dan disiplin taktik bisa menjadi pembeda, pelajaran berharga bagi timnas Indonesia yang kerap menghadapi lawan lebih kuat di kancah Asia. Selain itu, performa Qatar—yang notabene tim Asia—memberi harapan bahwa negara dengan tradisi sepak bola non-Eropa mampu bersaing di panggung dunia.
Lopetegui kini harus mempersiapkan timnya menghadapi tuan rumah Kanada di Vancouver pada Kamis mendatang. Tantangan berat menanti karena Qatar memiliki waktu istirahat lebih singkat dan harus melakukan perjalanan. “Kami harus bekerja keras untuk pulih dan siap menghadapi tantangan besar berikutnya,” ujarnya. Sementara itu, Swiss akan berhadapan dengan Bosnia di Los Angeles pada hari yang sama. Dengan semua tim mengoleksi satu poin, Grup B masih sangat terbuka.
