Piala Dunia 2026: Sembilan Penyerang yang Wajib Masuk Radar Fantasi Anda
Baca dalam 60 detik
- Harry Kane, Erling Haaland, dan Kylian Mbappe menjadi pilihan premium yang dianggap paling aman oleh FIFA untuk fantasi Piala Dunia 2026.
- Julian Alvarez dan Jonathan David menawarkan nilai lebih dengan harga lebih rendah, namun memiliki potensi besar untuk tampil gemilang.
- Penyerang seperti Ueda, Afif, dan Olwan menjadi kuda hitam yang bisa memberikan kejutan dengan performa impresif di kualifikasi.
FIFA merilis daftar sembilan penyerang yang layak dipertimbangkan dalam permainan fantasi Piala Dunia 2026, mulai dari bintang dunia hingga pemain kejutan yang bisa menjadi pembeda. Dengan turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, pemilihan penyerang yang tepat bisa menjadi kunci sukses bagi para manajer fantasi.
Harry Kane, kapten Inggris, datang ke Piala Dunia dengan performa luar biasa. Musim lalu ia mencetak 61 gol dalam 51 pertandingan untuk Bayern Munich, membantu klub meraih double domestik. Sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris dengan 79 gol internasional, Kane tetap menjadi ujung tombak serangan The Three Lions. Dengan ekspektasi tinggi bahwa Inggris akan melaju jauh, Kane—peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2018—dianggap sebagai pilihan premium yang hampir pasti menghasilkan gol.
Erling Haaland, yang akan debut di Piala Dunia, menjadi andalan Norwegia setelah mencetak 16 gol di kualifikasi—terbanyak di Eropa. Penyerang Manchester City ini telah mengoleksi lebih dari 50 gol internasional di usia 25 tahun, dan baru saja memenangkan Sepatu Emas Premier League ketiganya dalam empat musim. Meskipun Norwegia berada di grup berat bersama Prancis, Irak, dan Senegal, Haaland dikenal mampu menembus pertahanan terbaik dunia. Jika Norwegia lolos ke fase gugur, besar kemungkinan Haaland yang menjadi motor utama.
Kylian Mbappe, pemenang Piala Dunia 2022 bersama Prancis, kembali menjadi sorotan setelah musim gemilang bersama Real Madrid dengan 42 gol dalam 44 penampilan, termasuk 15 gol di Liga Champions yang mengantarnya meraih Sepatu Emas. Kecepatan, penyelesaian akhir yang mematikan, dan tugas sebagai eksekutor penalti membuat Mbappe tampak seperti pilihan premium paling aman. Jika Prancis kembali melaju jauh, Mbappe pasti akan memainkan peran sentral.
Bagi yang mencari alternatif lebih murah dari Argentina, Julian Alvarez layak dilirik. Pada Piala Dunia 2022, ia mencetak tiga gol dan satu assist, namun kini ia menjadi pemain yang lebih matang. Eks penyerang Manchester City itu menyumbang empat gol dan dua assist di kualifikasi, termasuk gol kemenangan melawan Chile. Di level klub, ia mencetak gol di setiap babak knockout Liga Champions bersama Atletico Madrid musim ini. Dengan Argentina sebagai salah satu favorit juara, Alvarez bisa menjadi pilihan nilai terbaik.
Penyerang Jepang, Ueda, menjadi top skor negaranya di kualifikasi dengan delapan gol, membantu Jepang menjadi tim pertama non-tuan rumah yang lolos. Jepang mencetak 54 gol dan hanya kebobolan tiga kali sepanjang kualifikasi, menunjukkan fondasi kuat yang mendukung Ueda. Striker Feyenoord itu juga menjadi top skor Eredivisie musim lalu dengan 25 gol. Jika Jepang bisa mencapai babak 16 besar, Ueda menawarkan nilai yang luar biasa.
Jonathan David, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Kanada, akan memikul harapan bangsa di Piala Dunia kandang. Dengan rekor internasional satu gol setiap dua pertandingan, striker Juventus ini dianggap sebagai salah satu finisher paling andal dari Concacaf. Meskipun musim ini agak kesulitan di Italia, David tampil gemilang saat membela Kanada, termasuk mencetak gol penting di Copa America 2024. Dengan harga $7 juta, ia menawarkan kombinasi pengalaman dan nilai yang menarik.
Akram Afif, kapten Qatar, telah menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Asia. Meskipun kalah jumlah gol dari rekannya Almoez Ali di kualifikasi, Afif mencatatkan 12 assist—terbanyak di kualifikasi AFC. Qatar, yang kini lebih berpengalaman setelah menjuarai Piala Asia dua kali, akan mengandalkan kreativitas Afif, baik dari set piece maupun open play. Ia menjadi bintang tak terbantahkan di turnamen sebelumnya dengan hat-trick di final.
Enner Valencia, kapten Ekuador, memiliki rekor fantastis di Piala Dunia: enam gol dalam enam pertandingan, tiga gol di edisi 2014 dan 2022. Jika ia bisa mengulang pencapaian itu di 2026, ia akan melampaui legenda seperti Diego Maradona dan Rivaldo. Meski berusia 36 tahun, ketajamannya tak berkurang, terbukti dari gol-gol kemenangan melawan Peru, Kolombia, Venezuela, dan Argentina yang membantu Ekuador finis kedua di kualifikasi CONMEBOL.
Yazan Al-Naimat (atau Olwan) menjadi pahlawan Yordania yang untuk pertama kalinya lolos ke Piala Dunia. Striker 26 tahun ini mencetak 13 gol dalam 15 pertandingan terakhirnya, termasuk sembilan gol di kualifikasi AFC. Di Piala Arab 2025, ia mencetak enam gol dalam enam pertandingan, termasuk dua gol melawan Maroko di final. Meskipun harus menghadapi Argentina di grup, Yordania masih memiliki peluang melawan Austria dan Aljazair. Sebagai salah satu penyerang termurah, Olwan menjadi opsi budget yang menarik.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, Piala Dunia 2026 menjadi ajang untuk melihat bintang-bintang dunia secara langsung. Meski Timnas Indonesia belum lolos, turnamen ini tetap menarik karena banyak pemain yang bisa menjadi inspirasi. Para manajer fantasi di Indonesia bisa memanfaatkan informasi ini untuk menyusun tim impian mereka. Dengan banyaknya pilihan dari berbagai harga, strategi yang tepat bisa membawa kemenangan.
Ke depan, persaingan di grup-grup berat seperti Norwegia yang bertemu Prancis, atau Yordania yang melawan Argentina, akan menjadi ujian sebenarnya. Apakah para penyerang ini mampu tampil sesuai ekspektasi? Atau justru pemain kejutan seperti Ueda atau Olwan yang akan mencuri perhatian? Hanya waktu yang akan menjawab.

