McKennie Yakin Piala Dunia 2026 Ubah Sepak Bola AS: Pulisic Siap di Momen Krusial
Baca dalam 60 detik
- Gelandang AS Weston McKennie optimistis status tuan rumah Piala Dunia 2026 akan merevolusi persepsi publik Amerika terhadap sepak bola.
- Ia memuji Christian Pulisic yang tetap tampil gemilang di laga pembuka meski dikritik, serta Folarin Balogun yang menunjukkan sisi pekerja keras.
- McKennie mengaku belum memikirkan perubahan CEO Juventus karena fokus penuh pada turnamen, namun tetap percaya pada klubnya.

Gelandang Timnas Amerika Serikat, Weston McKennie, meyakini bahwa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 akan mengubah lanskap sepak bola di negeri Paman Sam. Keyakinan itu ia sampaikan setelah kemenangan telak 4-1 atas Paraguay di laga pembuka Grup A yang digelar di Los Angeles, Senin (15/6/2026) waktu setempat.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, McKennie menegaskan bahwa hasil tersebut bukan sekadar keberuntungan. โKami ingin bermain seperti teman masa kecil, dan itu berhasil. Itulah rahasianya,โ ujarnya. Ia menambahkan bahwa pelatih Mauricio Pochettino selalu menekankan bahwa kerja keras dilakukan sebelum pertandingan, sementara saat bertanding adalah momen bersenang-senang.
Kemenangan ini menjadi awal yang ideal bagi AS yang akan menjadi tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada pada 2026. McKennie optimistis ajang ini akan mengubah stigma bahwa sepak bola membosankan. โAda lima gol di pertandingan pertama, semoga itu mengubah pikiran mereka,โ katanya. Ia juga menyoroti atmosfer stadion yang luar biasa saat lagu kebangsaan dikumandangkan bersama suporter.
Meski Christian Pulisic belum mencetak gol untuk AC Milan pada 2026, McKennie membela rekannya itu. โChristian selalu siap saat benar-benar penting. Banyak yang mengkritiknya, tapi saya akan selalu mendukungnya. Ia adalah pemain yang tidak pernah goyah di momen krusial,โ tegasnya. Pulisic menjadi kreator gol pembuka lewat sepak pojok yang berujung gol bunuh diri Damian Bobadilla.
McKennie juga memuji performa Folarin Balogun yang mencetak dua gol. Ia menilai Balogun tidak hanya tajam di depan gawang, tetapi juga menunjukkan sisi pekerja keras yang jarang terlihat sebelumnya. โDia berani melakukan tekel, mengorbankan diri, dan bekerja keras untuk tim,โ ucapnya.
Menariknya, McKennie mengaku belum mengetahui perubahan manajemen di Juventus, klub yang dibelanya. โSaya belum mendengar apa pun soal Turin. Saat ini saya fokus penuh pada turnamen ini. Setelah selesai, baru saya pikirkan soal Juve,โ ujarnya. Ia menegaskan tetap percaya pada klub meski belum berkomunikasi dengan rekan setimnya.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat sepak bola AS kerap menjadi tolok ukur bagi negara berkembang. Jika Piala Dunia 2026 mampu mengubah budaya olahraga di AS, hal serupa bisa menjadi inspirasi bagi Indonesia yang juga tengah mengejar ketertinggalan infrastruktur dan minat publik terhadap sepak bola. Pertanyaan besarnya: akankah euforia ini bertahan hingga turnamen usai, atau hanya sekadar kilas balik sesaat?



