Piala Dunia 2026: 26 Pelatih Asing Siap Pecahkan Rekor 96 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 26 dari 48 tim di Piala Dunia 2026 akan dilatih oleh pelatih asing, meningkat 26% dibanding edisi sebelumnya.
- Pelatih asing seperti Ancelotti (Brasil), Tuchel (Inggris), dan Pochettino (AS) menjadi sorotan utama.
- Jika ada pelatih asing yang juara, rekor 96 tahun tanpa kemenangan pelatih asing akan berakhir.
Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung bagi 26 pelatih asing yang memimpin tim nasional di luar negara asal mereka, sebuah rekor baru yang berpotensi mematahkan tradisi 96 tahun tanpa kemenangan pelatih asing di turnamen sepak bola tertinggi ini. Dengan 48 peserta, lebih dari separuh tim mempercayakan kursi pelatih kepada figur dari negeri lain, menandai pergeseran signifikan dalam lanskap kepelatihan global.
Sejak edisi pertama Piala Dunia pada 1930, belum pernah sekalipun pelatih asing mengangkat trofi. Beberapa nyaris berhasil, seperti George Raynor yang membawa Swedia ke final 1958, atau Ernst Happel yang mengantarkan Belanda ke partai puncak 1978. Namun, keduanya gagal mengatasi tim tuan rumah yang perkasa. Kini, dengan jumlah pelatih asing terbanyak dalam sejarah, harapan untuk memecahkan kutukan itu semakin besar.
Di antara 26 pelatih asing, sepuluh di antaranya menangani tim yang masuk dalam 25 besar peringkat FIFA. Nama-nama seperti Carlo Ancelotti (Italia) yang kini menukangi Brasil, Thomas Tuchel (Jerman) yang memimpin Inggris, dan Mauricio Pochettino (Argentina) yang melatih Amerika Serikat menjadi pusat perhatian. Ancelotti, misalnya, menjadi pelatih asing pertama dalam sejarah Brasil, dengan misi merebut gelar juara dunia keenam yang dikenal sebagai "hexa".
Fenomena ini tidak hanya terjadi di tim unggulan. Tim-tim seperti Kanada (peringkat 30) dan Amerika Serikat (peringkat 16) juga memilih pelatih asing untuk memanfaatkan pengalaman internasional. Jesse Marsch, pelatih asal Amerika Serikat, memimpin Kanada, sementara Pochettino dipercaya membawa AS bersaing di kandang sendiri. Sementara itu, Uruguay yang dua kali juara dunia dilatih oleh Marcelo Bielsa, yang sudah tiga kali tampil di Piala Dunia bersama Argentina dan Chile.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi pelajaran berharga. Timnas Indonesia sendiri pernah menggunakan jasa pelatih asing seperti Alfred Riedl dan Shin Tae-yong, yang membawa perubahan signifikan. Tren global menunjukkan bahwa keberagaman kepelatihan dapat meningkatkan kualitas permainan, terutama bagi negara yang sedang membangun fondasi sepak bola. Jika pelatih asing sukses di Piala Dunia 2026, hal itu bisa mendorong lebih banyak federasi, termasuk Indonesia, untuk berinvestasi pada pelatih asing berkualitas.
Namun, tantangan tetap ada. Tiga tim teratas peringkat FIFA—Argentina, Prancis, dan Spanyol—masih dilatih oleh pelatih lokal. Sejak 1992, hanya tiga kali juara dunia berasal dari tim di luar tiga besar peringkat saat turnamen dimulai. Apakah pelatih asing mampu mengatasi hambatan historis ini, atau justru tim-tim dengan pelatih lokal yang kembali mendominasi?
Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang pembuktian. Dengan 26 pelatih asing yang siap bertarung, rekor 96 tahun mungkin akan runtuh. Pertanyaannya, siapa yang akan menjadi yang pertama? Akankah Ancelotti membawa Brasil ke puncak, atau Tuchel yang memutus puasa gelar Inggris? Atau justru kejutan dari tim seperti Austria atau Turki yang dipelatih asing? Jawabannya akan diketahui di Amerika Utara, dua tahun lagi.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256747/original/080723200_1781167973-WhatsApp_Image_2026-06-11_at_15.33.52.jpeg)
