BBC Sport Hadirkan Pengalaman 3D Interaktif untuk Piala Dunia, Bisakah Dinikmati dari Indonesia?
Baca dalam 60 detik
- BBC Sport meluncurkan fitur 3D Experience untuk Piala Dunia, memungkinkan pengguna melihat pertandingan dari sudut pandang pemain atau taktik lapangan penuh secara real-time.
- Fitur ini baru tersedia di Inggris Raya dan menggunakan data resmi FIFA serta teknologi dari perusahaan XR Immersiv.io untuk rekreasi pertandingan secara digital.
- Meski inovatif, akses terbatas secara geografis menjadi kendala bagi penggemar di luar Inggris, termasuk Indonesia, untuk menikmati pengalaman ini.

BBC Sport memperkenalkan terobosan baru dalam menonton sepak bola: FIFA World Cup 3D Experience, sebuah fitur interaktif yang memungkinkan penggemar menyaksikan pertandingan dari berbagai sudut pandang, termasuk melalui mata pemain atau dari atas lapangan secara taktis. Layanan ini mulai tersedia pada Jumat (20:00 BST) saat laga Kanada melawan Bosnia-Herzegovina, dan hanya dapat diakses oleh pengguna di Inggris Raya melalui platform BBC Sport.
Fitur ini dirancang sebagai opsi layar kedua yang memberikan kendali penuh kepada penonton. Mereka dapat memilih antara tampilan siaran dengan sudut kamera yang bisa diatur, tampilan taktis dari atas lapangan, tampilan orang ketiga untuk mengikuti pemain favorit, hingga tampilan orang pertama yang mensimulasikan perspektif pemain di lapangan. Semua mode tersedia secara real-time, dan pengguna juga dapat memundurkan momen penting, mengganti kamera, serta melihat statistik pertandingan.
Setelah pertandingan selesai, tersedia mode sorotan yang menampilkan semua gol, tembakan, dan penalti, serta tayangan ulang penuh. Teknologi ini didukung oleh data resmi FIFA secara langsung dan dikembangkan oleh perusahaan XR Immersiv.io. Data kerangka (skeletal data) digunakan untuk merekreasi pertandingan secara digital, mirip dengan cara kerja teknologi semi-otomatis offside.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kabar ini tentu menarik namun juga menimbulkan pertanyaan. Mengingat akses terbatas hanya untuk pengguna di Inggris, penggemar Tanah Air belum bisa menikmati pengalaman 3D ini secara langsung. Namun, inovasi ini membuka peluang bagi platform penyiaran olahraga di Indonesia untuk mengadopsi teknologi serupa di masa depan. Dengan semakin populernya pengalaman menonton interaktif, bukan tidak mungkin fitur seperti ini akan menjadi standar baru dalam siaran olahraga global.
Menurut pengamat teknologi olahraga, penggunaan data real-time dan rekreasi 3D seperti ini dapat meningkatkan pemahaman taktik dan keterlibatan penonton. Namun, tantangan infrastruktur dan lisensi siaran menjadi hambatan utama untuk ekspansi ke pasar Asia Tenggara. Pertanyaannya, akankah FIFA atau penyiar lokal di Indonesia menghadirkan inovasi serupa pada Piala Dunia mendatang?
