Erick Thohir Dorong Nobar Piala Dunia 2026: Hiburan Rakyat dan Peluang Ekonomi Daerah
Baca dalam 60 detik
- Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menginstruksikan kepala daerah menggelar nonton bareng Piala Dunia 2026 gratis untuk mendorong aktivitas ekonomi lokal.
- Siaran gratis Piala Dunia 2026 melalui TVRI, hasil kolaborasi dengan Presiden Prabowo, dinilai sebagai kebijakan populis yang memangkas biaya akses hiburan masyarakat.
- Langkah ini diproyeksikan mengerek omzet UMKM di titik keramaian nobar, mirip efek ekonomi saat gelaran sepak bola akbar sebelumnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256747/original/080723200_1781167973-WhatsApp_Image_2026-06-11_at_15.33.52.jpeg)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh gubernur, bupati, dan wali kota untuk menyelenggarakan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 secara gratis di daerah masing-masing. Ajakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan strategi untuk menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keramaian yang tercipta saat pertandingan berlangsung.
Dalam pernyataan resminya, Erick menekankan bahwa nobar dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi yang melibatkan pelaku UMKM, mulai dari pedagang makanan, minuman, hingga warung kopi. โKetika masyarakat berkumpul untuk menonton bersama, akan tercipta keramaian yang sehat dan produktif. Ini peluang yang harus didorong,โ ujarnya. Ia juga meminta pemerintah daerah berkolaborasi dengan pihak swasta untuk menyediakan lokasi yang aman, nyaman, dan mudah diakses.
Langkah ini mendapat sambutan positif karena berbarengan dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memastikan siaran Piala Dunia 2026 dapat dinikmati gratis melalui TVRI. Erick menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk pemerataan akses hiburan bagi seluruh warga Indonesia, tanpa harus membayar biaya berlangganan seperti di banyak negara lain.
Bagi Indonesia, Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada Juni-Juli 2026 mendatang bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga momentum memperkuat persatuan bangsa. Erick berharap nobar dapat menjadi sarana hiburan kolektif yang mempererat kebersamaan, sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
Menurut analis ekonomi, efek pengganda dari nobar serentak bisa signifikan. Pengalaman dari gelaran Piala Dunia sebelumnya menunjukkan bahwa keramaian di titik nobar mampu meningkatkan transaksi harian UMKM hingga puluhan persen. Namun, tantangan tetap ada, seperti memastikan keamanan dan ketertiban di lokasi nobar serta koordinasi antardaerah agar acara berjalan lancar.
Ke depan, keberhasilan inisiatif ini akan bergantung pada keseriusan kepala daerah dalam merealisasikan nobar yang berkualitas. Apakah nobar Piala Dunia 2026 benar-benar menjadi pesta rakyat yang menghidupkan ekonomi lokal, atau sekadar tontonan biasa tanpa dampak berarti? Hanya waktu yang akan menjawab, namun langkah awal dari pemerintah pusat sudah memberikan sinyal positif.



