Bukan Sekadar Foto Tim: Kisah di Balik Sesi Pemotretan 'Viking' Norwegia untuk Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Fotografer David Yarrow memotret skuad Norwegia dengan kostum Viking di fjord, meninggalkan tradisi foto di tangga pesawat.
- Proyek ini bertujuan menggalang dana untuk amal Norwegia dan menekankan kesetaraan kontribusi setiap pemain, bukan hanya bintang seperti Haaland dan Ødegaard.
- Foto tersebut menjadi bagian dari persiapan Norwegia menuju Piala Dunia 2026, turnamen pertama mereka sejak 1998.

Tim nasional Norwegia memilih pendekatan tak lazim untuk foto resmi menjelang Piala Dunia 2026. Alih-alih berpose di tangga pesawat seperti tradisi, 26 pemain berfoto di sebuah fjord dengan kostum Viking lengkap—lengkap dengan senjata dan perisai. Fotografer kenamaan asal Skotlandia, David Yarrow, yang dipercaya mengeksekusi proyek ini, menegaskan bahwa tujuannya bukan sekadar estetika, melainkan simbol kebersamaan.
Yarrow, yang sebelumnya memotret Erling Haaland sendirian dengan tema serupa pada 2023, mendapat kepercayaan penuh dari Asosiasi Sepak Bola Norwegia (NFF) setelah Haaland—yang disebut Yarrow sebagai "suara tak resmi tim"—mendorong keterlibatan sang fotografer dalam persiapan Piala Dunia. Hasilnya adalah foto berjudul "The Vikings are coming" yang diharapkan dapat menggalang dana bagi badan amal Norwegia.
Proses produksi foto ini tidak sederhana. Yarrow harus menyesuaikan jadwal sibuk para pemain, termasuk kapten Martin Ødegaard yang saat itu berada di Budapest untuk final Liga Champions bersama Arsenal. Ødegaard baru bisa bergabung untuk sesi pemotretan individu setelah parade kemenangan Arsenal, dan kondisi mendung yang identik memungkinkan sosoknya ditambahkan ke foto utama tanpa terlihat janggal.
Yang menarik, Yarrow sengaja merancang komposisi agar setiap pemain—dari bintang termahal hingga kiper ketiga yang nilai pasarnya jauh lebih rendah—mendapatkan porsi frame yang sama. "Yang penting adalah bahwa pemain seperti Haaland (nilai pasar sekitar £200 juta) dan kiper Watford, Egil Selvik (sekitar £250.000), menempati area yang sama dalam bingkai. Ini bukan soal Haaland dan Ødegaard plus 24 lainnya, melainkan tentang semangat tim," ujar Yarrow kepada BBC Sport.
Bagi Indonesia, pendekatan Norwegia ini bisa menjadi inspirasi dalam membangun citra tim nasional. Di tengah hiruk-pikuk sepak bola Tanah Air yang kerap didominasi oleh nama-nama besar, semangat egaliter yang ditunjukkan Norwegia mengingatkan bahwa sepak bola adalah olahraga tim. Jika PSSI atau klub-klub Indonesia ingin menciptakan momen serupa, mereka perlu belajar dari kolaborasi antara federasi, fotografer, dan pemain yang saling percaya.
Yarrow sendiri bukanlah pendatang baru dalam proyek foto tim bertema sejarah. Sebelumnya, ia memotret tim Eropa untuk Ryder Cup 2023 dengan gaya era Larangan (Prohibition) di depan Jembatan Manhattan. Foto hitam-putih itu menjadi bahan perbincangan dan membantu tim Eropa mempertahankan trofi. Kini, ia berharap foto Norwegia—yang akan dipajang di markas tim di Greensboro, North Carolina—memiliki dampak serupa.
Namun, di balik ambisi artistik, ada realitas lapangan. Yarrow, yang lahir di Glasgow, mengakui bahwa Norwegia bukan sekadar tim dua pemain. "Mereka punya skuad yang serius bagus, dari sayap hingga bek. Saya pikir mereka bisa melaju cukup jauh. Tapi, seperti Skotlandia—mereka harus memenangkan pertandingan pertama," katanya. Norwegia akan memulai perjuangan di Grup H melawan Brasil, Kamerun, dan Selandia Baru.
Pertanyaan besarnya: akankah foto ikonik ini menjadi pertanda baik bagi Norwegia, atau sekadar kenangan manis sebelum realitas turnamen yang keras? Yarrow, yang juga dikenal lewat foto legendaris Diego Maradona mengangkat trofi Piala Dunia 1986, tampaknya percaya bahwa momen kebersamaan seperti ini bisa menjadi fondasi mental yang kuat. Namun, sepak bola tetaplah sepak bola—kemenangan di atas kertas tidak selalu berbanding lurus dengan hasil di lapangan.



