Shin Tae-yong Resmi Menukangi Persija Jakarta: Reuni dengan Eks Anak Asuh di Timnas
Baca dalam 60 detik
- Mantan arsitek Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, diumumkan sebagai pelatih baru Persija Jakarta pada Senin (8/6/2026) di Jakarta International Stadium.
- Keputusan ini mempertemukan STY kembali dengan sejumlah pemain Macan Kemayoran yang pernah ia bimbing di level nasional, menambah dimensi emosional dan taktis.
- Langkah Persija merekrut pelatih berkaliber internasional ini dinilai sebagai upaya ambisius untuk merebut gelar Liga 1 musim depan.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8071310/original/076160100_1780916398-20260608IQ_Preskon_Pelatih_Baru_Persija-14.jpg)
Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan yang sukses membawa Timnas Indonesia ke semifinal Piala Asia 2023, resmi diperkenalkan sebagai nahkoda baru Persija Jakarta dalam sebuah konferensi pers di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6/2026). Kehadiran juru taktik berusia 55 tahun itu langsung mencuri perhatian publik sepak bola Tanah Air, terutama karena ia akan kembali bekerja sama dengan beberapa pemain yang pernah ia latih di skuad Garuda.
Manajemen Persija, yang diwakili Presiden Klub Mohamad Prapanca, secara resmi mengumumkan penunjukan Shin Tae-yong untuk menggantikan Mauricio Souza. Momen perkenalan berlangsung hangat, ditandai dengan gestur simbolis ketika Prapanca mengajarkan STY membentuk logo The Jakmania, suporter setia Macan Kemayoran. Bagi Persija, perekrutan ini bukan sekadar pergantian pelatih, melainkan langkah strategis untuk membangun kembali identitas tim yang sempat terseok-seok di musim lalu.
Kembalinya Shin Tae-yong ke panggung sepak bola Indonesia setelah meninggalkan pos pelatih Timnas pada awal 2025 menjadi kejutan tersendiri. Selama menukangi Timnas, ia dikenal dengan pendekatan disiplin, taktik fleksibel, dan kemampuan memaksimalkan potensi pemain muda. Kini, tantangan baru menantinya di level klub, di mana ia harus beradaptasi dengan ritme kompetisi Liga 1 yang padat dan ekspektasi tinggi dari suporter.
Bagi para pemain Persija yang pernah merasakan sentuhan STY, momen ini terasa istimewa. Mereka tidak perlu waktu lama untuk memahami filosofi sang pelatih. βIni seperti reuni. Kami sudah tahu apa yang diinginkan pelatih,β ujar salah satu pemain yang enggan disebutkan namanya. Keakraban ini diyakini dapat mempercepat proses adaptasi dan memaksimalkan performa tim di lapangan.
Di sisi lain, publik sepak bola Indonesia menaruh perhatian besar pada langkah Persija. Kehadiran pelatih sekelas Shin Tae-yong di Liga 1 diprediksi akan meningkatkan kualitas kompetisi dan menarik minat sponsor. Namun, tekanan juga datang: Persija harus segera menunjukkan hasil nyata, tidak hanya sekadar menghadirkan nama besar. Pertanyaan besarnya, akankah STY mampu mengulang suksesnya bersama Timnas di level klub?



