Tottenham Siapkan Dana Rp1 Triliun untuk Bek Belanda Jan Paul van Hecke
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan telah menyetujui persyaratan pribadi dengan bek Brighton, Jan Paul van Hecke, dengan nilai transfer mencapai £50 juta.
- Manajer Roberto De Zerbi memprioritaskan perbaikan lini pertahanan setelah Spurs kebobolan 67 gol musim lalu, hanya lebih baik dari tiga tim terbawah.
- Van Hecke dinilai sebagai bek progresif elite dengan statistik umpan dan dribel maju di persentil teratas Eropa, berpotensi menjadi fondasi pertahanan baru Spurs.

Tottenham Hotspur dikabarkan semakin dekat untuk mengamankan tanda tangan bek tengah Brighton & Hove Albion, Jan Paul van Hecke, dengan nilai transfer mencapai £50 juta atau setara Rp1 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari rencana besar manajer Roberto De Zerbi untuk membangun kembali lini pertahanan yang menjadi titik lemah klub musim lalu.
Menurut laporan jurnalis Belanda Joost Blaauwhof, Spurs telah mencapai kesepakatan personal dengan pemain berusia 25 tahun itu. Proses negosiasi disebut berada di tahap akhir, dengan sang pemain menginginkan semua rampung sebelum Piala Dunia dimulai. Tottenham bersiap mengajukan tawaran senilai £45 juta ditambah bonus £5 juta untuk memboyong bek yang juga menjadi incaran sejumlah klub Eropa lainnya.
Keputusan De Zerbi memprioritaskan bek tengah bukan tanpa alasan. Musim lalu, hanya tiga tim terbawah—yang akhirnya terdegradasi—yang kebobolan lebih banyak gol dari Tottenham. Dengan 67 gol bersarang di gawang mereka, Spurs jelas membutuhkan sosok pemimpin di lini belakang. Apalagi, kapten Cristian Romero dikabarkan akan hengkang, membuat kebutuhan akan bek baru semakin mendesak.
Van Hecke bukan sekadar bek tangguh dalam duel udara. Ia juga dikenal sebagai bek yang sangat progresif dalam membangun serangan. Statistik menunjukkan ia berada di persentil terbaik Eropa untuk jumlah umpan dan dribel yang membawa bola ke area lawan. Gaya bermain ini diyakini cocok dengan filosofi De Zerbi yang menginginkan bek aktif dalam penguasaan bola dan transisi cepat.
Sebelumnya, Tottenham juga dikaitkan dengan winger Manchester City, Savinho, yang disebut sebagai target utama di lini serang. Namun, dengan hanya satu gol musim lalu, Savinho dinilai bukan peningkatan signifikan dibandingkan opsi yang ada seperti Mohammed Kudus atau James Maddison. Sebaliknya, Van Hecke dianggap sebagai pembelian transformasional yang bisa mengubah wajah pertahanan Spurs, mirip seperti yang dilakukan Virgil van Dijk saat bergabung dengan Liverpool dari Southampton beberapa tahun lalu.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik untuk diikuti. Dengan nilai transfer yang fantastis, Van Hecke akan menjadi salah satu bek termahal asal Belanda. Jika berhasil, ia bisa menjadi contoh bagaimana bek modern tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dalam distribusi bola. Ini menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai melirik pemain asing dengan profil serupa.
Dengan dua pemain baru—Robertson dan Senesi—sudah di depan mata, ditambah Van Hecke yang hampir pasti, Tottenham menunjukkan keseriusan untuk bangkit setelah musim yang mengecewakan. Pertanyaannya, akankah investasi sebesar itu cukup untuk membawa Spurs kembali ke papan atas Liga Inggris?



