Bekas Pengalaman di Saudi Jadi Modal Jack Hendry Hadapi Sengatan Matahari Miami
Baca dalam 60 detik
- Jack Hendry, bek Skotlandia yang bermain di Al Ettifaq, memanfaatkan pengalamannya di iklim gurun untuk membantu tim beradaptasi dengan panas lembap Miami pada Piala Dunia 2026.
- Pelatih Steve Clarke sengaja menjadwalkan pemusatan latihan di Florida agar pemain terbiasa dengan kondisi ekstrem yang akan dihadapi sepanjang turnamen.
- Skotlandia bertekad menjadi tim pertama negara itu yang lolos dari fase grup, dengan Hendry menekankan pentingnya manajemen hidrasi dan istirahat taktis.

Jack Hendry, bek tengah Skotlandia yang kini membela Al Ettifaq di Liga Saudi, menjadi salah satu pemain paling tenang saat rekan setimnya berjuang melawan terik matahari Miami. Pengalamannya selama tiga tahun bermain di iklim gurun memberinya keunggulan adaptasi yang krusial menjelang laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Haiti.
Dalam sesi latihan di fasilitas Inter Miami, Selasa (10/6), sebagian besar pemain Skotlandia tampak kewalahan. John McGinn terlihat sibuk mengoleskan tabir surya, sementara yang lain berebut mendekati alat penyiram air. Suhu tinggi yang disertai kelembapan ekstrem menjadi ujian fisik tersendiri bagi skuad asuhan Steve Clarke. Namun, Hendry justru tampak biasa saja. โTetap terhidrasi adalah kuncinya,โ ujarnya kepada BBC Scotland di hotel tim di Fort Lauderdale. โKita kehilangan banyak cairan melalui keringat, jadi konsentrasi harus dijaga.โ
Clarke sengaja memilih Miami sebagai tempat pemusatan latihan pra-turnamen. Tujuannya jelas: membiasakan pemain dengan kondisi cuaca yang akan mereka hadapi selama Piala Dunia. โAkan menjadi kejutan jika kami langsung terbang ke Miami untuk pertandingan tanpa persiapan,โ kata Hendry. โSeminggu di sini membantu kami beradaptasi dan itu akan sangat berguna saat laga nanti.โ
Hendry juga menyoroti pentingnya jeda minum (water break) yang akan diterapkan selama pertandingan. Dalam pengalamannya di Liga Saudi, jeda semacam itu kerap mengubah ritme permainan. โDari sisi pemulihan, ini sangat membantu. Tapi secara taktis, jeda bisa mengganggu aliran pertandingan,โ jelasnya. โKami harus memanfaatkannya seefisien mungkin.โ
Ambisi Skotlandia jelas: menjadi tim pertama negara itu yang melangkah ke babak gugur Piala Dunia. Hendry menegaskan bahwa target utama adalah lolos dari grup, tanpa melangkah terlalu jauh. โKami harus menikmati setiap pertandingan dan tidak menyesal di akhir,โ katanya. Dengan modal pengalaman Hendry di iklim ekstrem, Skotlandia berharap bisa mengatasi tantangan cuaca yang kerap menjadi momok bagi tim Eropa.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Hendry menjadi pengingat bahwa adaptasi terhadap lingkungan adalah faktor kunci dalam turnamen multinasional. Cuaca tropis yang akrab di Tanah Air justru bisa menjadi keuntungan jika suatu saat Indonesia berlaga di ajang serupa. Pertanyaan besarnya: mampukah Skotlandia memanfaatkan keunggulan ini untuk menulis sejarah baru?



