Perpisahan Emosional Deschamps: Akhir Era di Timnas Prancis
Baca dalam 60 detik
- Didier Deschamps akan memimpin Prancis untuk terakhir kalinya di kandang sebelum Piala Dunia 2026, menutup 14 tahun masa baktinya.
- Pelatih berusia 57 tahun itu mendapat penghormatan dari suporter meski timnya kalah dari Pantai Gading di laga sebelumnya.
- Prancis akan menghadapi Senegal, Irak, dan Norwegia di Grup I Piala Dunia, dengan target membangun momentum positif.

Didier Deschamps akan mengucapkan selamat tinggal kepada publik Prancis dalam laga persahabatan melawan Irlandia Utara di Lille, Senin malam, sebelum memimpin Les Bleus di Piala Dunia 2026. Pertandingan ini menjadi penanda berakhirnya era 14 tahun kepelatihan Deschamps, yang telah membawa Prancis meraih gelar juara dunia 2018 dan runner-up 2022.
Gelandang AC Milan, Adrien Rabiot, mengungkapkan bahwa suasana emosional tak terhindarkan. "Saya bisa membayangkan perasaan Didier setelah sekian lama bersama timnas. Kami semua manusia, punya empati dan emosi. Pelatih telah melakukan pekerjaan luar biasa, dan saya berharap ia mendapat penghormatan yang layak," ujar Rabiot. Suporter Prancis sebelumnya telah memberikan penghormatan dengan membawa potongan kertas bergambar Deschamps saat kekalahan mengejutkan 1-2 dari Pantai Gading di Nantes.
Meski menghadapi tekanan, Deschamps menegaskan fokusnya tetap pada tim, bukan pada perpisahan pribadi. "Sejak masuk kamp, banyak hal yang saya lakukan untuk terakhir kali. Saya tidak terlalu sedih, juga tidak akan terlalu bahagia. Yang penting adalah di luar urusan personal saya," katanya. Pelatih yang juga membawa Prancis ke final Euro 2016 dan juara Nations League 2021 itu berharap dukungan suporter menjadi energi positif sebelum berangkat ke Amerika Serikat.
Rabiot memuji kemampuan Deschamps dalam menyatukan pemain sebagai kekuatan utamanya. "Ia melibatkan semua orang. Latihan sangat profesional tapi juga menyenangkan. Manajemen pemain adalah kekuatannya, terutama di turnamen panjang seperti Piala Dunia," jelasnya. Meski kalah dari Pantai Gading, kepercayaan diri skuad disebut tidak terganggu. Bek Arsenal William Saliba serta pemain PSG Ousmane Dembélé dan Désiré Doué siap tampil di Lille setelah absen pada laga sebelumnya.
Rabiot menegaskan laga kontra Irlandia Utara bukan sekadar uji coba. "Kami tidak menganggap ini sebagai pertandingan persahabatan. Ini gladi bersih terakhir sebelum Senegal. Kami ingin bermain penuh, menikmati momen, dan menutup dengan hasil positif agar tiba di AS dengan percaya diri," ucapnya. Pertanyaan besarnya: mampukah Prancis meninggalkan warisan Deschamps dengan performa gemilang di Piala Dunia, atau justru akan menjadi akhir yang pahit?



