Bung Ropan Desak Herdman Beri Baker Lagi Kesempatan: Debut Mencengangkan di Usia 17 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Matthew Baker mencatat debut impresif bersama Timnas Indonesia saat melawan Oman, hanya dalam 13 menit tanpa kesalahan berarti.
- Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan menilai Baker memiliki potensi besar dan layak mendapat kesempatan kedua melawan Mozambik.
- Jika dimainkan, Baker berpeluang memperkuat posisi Indonesia di peringkat FIFA dan menjadi aset jangka panjang sepak bola nasional.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7772005/original/081016500_1780583504-20260604BL_OT_Timnas_Indonesia_Jelang_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_10.jpg)
Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan, yang akrab disapa Bung Ropan, mendorong pelatih John Herdman untuk kembali menurunkan bek muda Matthew Baker pada laga FIFA Matchday melawan Mozambik, Selasa (9/6/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Baker, yang baru berusia 17 tahun 23 hari, mencuri perhatian publik usai menjalani debut singkat namun gemilang saat Indonesia membantai Oman 3-0 pada laga sebelumnya.
Dalam pertandingan kontra Oman, Baker masuk menggantikan kapten Rizky Ridho dan bermain selama 13 menit. Menurut Bung Ropan, penampilan pemain Melbourne City itu sangat meyakinkan. "Passing-passing-nya akurat dan terukur. Tidak ada satu pun kesalahan yang dia buat selama di lapangan," ujarnya melalui kanal YouTube pribadinya. Baker bahkan memecahkan rekor pemain termuda yang tampil untuk Timnas Indonesia, mengalahkan catatan Marcelino Ferdinand yang debut di usia 17 tahun 19 bulan pada 2022.
Kemenangan telak atas Oman, yang berada di peringkat 79 FIFA, menjadi modal berharga bagi skuad Garuda. Hasil itu mendongkrak peringkat Indonesia dari 122 ke 118. Kini, laga melawan Mozambik (peringkat 101) menjadi peluang untuk semakin meroket. Namun, di balik euforia, perhatian publik justru tertuju pada Baker—pemain muda yang disebut Bung Ropan mengalami "lompatan luar biasa" dari tim U-17 ke tim senior dalam waktu singkat.
Bung Ropan menilai bahwa kepercayaan diri Baker saat bermain bersama pemain senior seperti Elkan Baggott dan Kevin Diks menunjukkan kematangan mental yang langka. "Dia melangkah ke lapangan dengan sangat yakin, tidak canggung sama sekali," katanya. Menurutnya, Herdman terkesan dengan bakat Baker dan berharap pemain ini bisa berkembang hingga ke level tertinggi Eropa. "Ini adalah lompatan yang luar biasa. Dari U-17, lalu dipersiapkan di U-19, kemudian langsung debut di timnas senior," tambahnya.
Keputusan Herdman untuk memainkan Baker kembali akan menjadi ujian konsistensi regenerasi timnas. Bagi Indonesia, kehadiran pemain muda seperti Baker tidak hanya memperkuat kedalaman skuad, tetapi juga menjadi sinyal bahwa pembinaan usia dini mulai membuahkan hasil. Jika Baker kembali diturunkan dan tampil gemilang, posisi Indonesia di peringkat FIFA bisa melesat, sekaligus mempercepat proses adaptasi pemain muda menuju Piala Dunia 2026.
Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah John Herdman kembali memercayakan lini pertahanan kepada Matthew Baker, atau memilih pengalaman pemain lain? Semua mata akan tertuju pada SUGBK, Selasa malam nanti.



