Impian 'Piala Dunia Taskmaster' Terkendala Minat Stasiun TV
Baca dalam 60 detik
- Alex Horne, kreator Taskmaster, mengungkapkan keinginannya membuat spin-off internasional berupa 'Piala Dunia Taskmaster' yang mempertemukan para juara dari berbagai negara.
- Namun, para komisioner stasiun TV belum menunjukkan ketertarikan pada format global tersebut, meski Horne menganggapnya menarik.
- Sebagai gantinya, tim Taskmaster tengah menyiapkan kejutan berupa seri spesial dalam waktu dekat, yang disebut sebagai 'tweaks' dari format yang sudah ada.

Alex Horne, kreator sekaligus asisten Greg Davies dalam acara komedi Taskmaster, mengakui bahwa ia sangat menginginkan sebuah spin-off bertajuk 'Taskmaster World Cup'—turnamen global yang mempertemukan para juara dari berbagai adaptasi internasional. Namun, ambisi tersebut kandas lantaran para petinggi stasiun televisi belum juga menunjukkan minat.
Dalam wawancaranya dengan Richard Herring's Leicester Square Theatre Podcast Book Club, Horne—yang akrab disapa Little Alex Horne—mengaku terinspirasi oleh acara-acara kompetisi lintas negara seperti International Gladiators dan Going for Gold. "Saya sangat menyukai ide itu. Saya dulu penggemar International Gladiators. Juga Going for Gold," ujarnya. "Tapi saya pikir para komisioner tidak begitu tertarik. Mereka tidak ingin melihat orang Swedia, khususnya. Namun menurut saya itu menarik. Saya ingin sekali melihatnya."
Selain soal turnamen global, Horne juga meredam spekulasi tentang kemungkinan adanya 'Champion of Champion of Champions'—sebuah seri yang mempertemukan para pemenang dari setiap edisi Champion of Champions. Ia menegaskan bahwa acara tersebut belum masuk dalam rencana jangka pendek. "Kami belum sampai tahap itu—masih ada satu Champion of Champions lagi sebelum kami mempertimbangkannya," jelasnya. "Saya punya firasat bahwa Anda harus membuat orang ingin lebih. Dan Anda tidak boleh selalu memberikan apa yang mereka inginkan."
Menariknya, Horne justru menangkap antusiasme penonton terhadap konsep yang berlawanan: 'Loser of Losers', yaitu ajang bagi para kontestan yang paling sering kalah. Meski banyak diminta, ia mengaku keberatan secara moral. "Saya punya masalah dengan memberi penghargaan pada kegagalan!" katanya sambil tertawa.
Meski demikian, Horne memberikan secercah harapan bagi para penggemar setia. Dalam wawancara terpisah dengan Radio Times, ia mengisyaratkan bahwa tim kreatif Taskmaster tengah menyiapkan sesuatu yang spesifik. "Orang-orang bertanya tentang Champion of Champion of Champions. Saya pikir, sebagai gantinya, kami punya sesuatu di lengan baju kami dalam waktu dekat—sebuah seri yang sedikit menarik," ujarnya. "Hanya beberapa penyesuaian, tapi saya belum bisa bicara lebih banyak. Jadi, ada sesuatu. Kami punya sesuatu."
Pernyataan ini muncul di tengah musim terbaru Taskmaster yang akan mencapai puncaknya pada Kamis (11/6/26) dengan babak grand final. Musim ini menghadirkan jajaran peserta yang tak kalah menarik: aktris Gavin and Stacey Joanna Page, komedian Amy Gledhill, pembawa acara The Masked Singer Joel Dommett, kreator Veep dan The Thick of It Armando Iannucci, serta bintang Hollywood Kumail Nanjiani.
Bagi penggemar Taskmaster di Indonesia, kabar ini sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi adaptasi lokal dari format global masih terbuka lebar. Dengan basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air, bukan tidak mungkin suatu hari nanti juara Taskmaster Indonesia bisa berlaga di panggung internasional—jika saja para komisioner mau melirik ide 'Piala Dunia' ala Horne.



