Gol Penalti Injury Time: Janni Thomsen Bawa Denmark ke Jalur Piala Dunia Wanita 2027
Baca dalam 60 detik
- Denmark mengalahkan Swedia 2-1 pada April lalu berkat gol injury time Janni Thomsen, memutus tren tiga kekalahan beruntun dari rival Skandinavia tersebut.
- Kemenangan itu menempatkan Denmark di puncak grup kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027, unggul tipis atas Swedia dan Italia dengan dua laga tersisa.
- Thomsen, yang kini bermain di NWSL bersama Utah Royals, menargetkan tiket ke Brasil setelah pengalaman berharga di Piala Dunia 2023.
Gol spektakuler Janni Thomsen pada menit akhir injury time membalikkan sejarah buruk Denmark melawan Swedia di kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027. Kemenangan 2-1 di Gothenburg, April lalu, tidak hanya memutus tiga kekalahan beruntun dari rival abadi mereka, tetapi juga membuka jalan lebar menuju putaran final di Brasil tahun depan.
Bagi Thomsen, gol itu adalah momen yang tak terlupakan. "Ini salah satu gol terpenting dalam karier saya," kata pemain sayap Utah Royals itu kepada FIFA. "Swedia adalah tim kelas dunia, dan mencetak gol penentu di menit akhir melawan mereka terasa sangat istimewa." Sebelumnya, Denmark harus menelan kekalahan telak 6-1 dari Swedia di UEFA Women's Nations League 2025, membuat kemenangan ini semakin berarti.
Hasil imbang tanpa gol melawan Italia pada pertandingan berikutnya membuat Denmark kini memuncaki grup kualifikasi dengan koleksi poin yang solid. Dengan dua laga tersisa—menjamu Swedia di Odense pada Jumat ini dan meladeni Serbia—tim besutan Lars Søndergaard berada di posisi terdepan untuk merebut satu tiket otomatis ke Brasil 2027. Namun, catatan sejarah tidak berpihak: dalam 22 pertemuan, Denmark belum pernah meraih kemenangan beruntun atas Swedia.
Thomsen mengakui bahwa misi mengalahkan Swedia dua kali berturut-turut bukanlah perkara mudah. "Kami akan mencoba memenangi setiap pertandingan, tetapi harus cerdas. Jika kami imbang dengan Swedia dan menang atas Serbia, posisi kami akan sangat aman," ujarnya. Denmark juga memiliki opsi play-off jika gagal finis pertama, berkat raihan poin yang cukup untuk menjadi runner-up terbaik.
Pengalaman di Piala Dunia 2023 menjadi motivasi besar bagi Thomsen dan rekan-rekannya. Saat itu Denmark lolos dari fase grup sebelum kalah dari Australia di babak 16 besar. "Itu adalah pengalaman terbesar dalam karier saya. Kami ingin kembali ke panggung dunia dan bermain di final seperti yang kami lakukan di EURO 2017," tegasnya.
Di luar lapangan, Thomsen menikmati hidupnya di Utah bersama Utah Royals. Ia menganggap NWSL sebagai liga paling keras di dunia dengan level fisik yang tinggi. "Saya bukan penggemar kota besar, jadi Utah cocok dengan saya. Cuacanya bagus, ada pegunungan, dan saya punya apartemen dengan pemandangan indah," katanya. Meski jauh dari keluarga dan teman, ia tetap menjaga komunikasi erat.
Bagi sepak bola wanita Indonesia, perjuangan Denmark menjadi cerminan bagaimana konsistensi dan mentalitas juara bisa mengubah nasib. Timnas putri Indonesia yang masih berjuang di level Asia bisa belajar dari ketangguhan Denmark yang bangkit setelah kekalahan telak. Dengan dua laga penentu di depan, Denmark tidak hanya bermain untuk tiket ke Brasil, tetapi juga untuk membuktikan bahwa mereka layak bersaing di panggung terbesar.



