Mozambik Beradaptasi Cepat di Jakarta, Siap Kejutkan Timnas Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Timnas Mozambik mengaku proses adaptasi di Jakarta berjalan mulus berkat kemiripan iklim dengan negara asal.
- Pelatih Chiquinho Conde membawa 25 pemain, termasuk sejumlah talenta muda, meski tanpa dua pilar utama.
- Kiper Ivane Urrubal dan striker Chamito Alfandega menegaskan tim tidak gentar meski Indonesia baru menang 3-0 atas Oman.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7968050/original/021545600_1780804723-mozambik_latihan.jpg)
Timnas Mozambik datang ke Jakarta dengan ambisi besar: mencuri perhatian di laga FIFA Matchday melawan Indonesia, Selasa (7/6/2026). Meski baru mendarat pada Jumat lalu, skuad asuhan Chiquinho Conde mengklaim adaptasi berjalan tanpa hambatan berarti, dan mereka siap memberikan perlawanan sengit.
Kepercayaan diri Indonesia memang tengah melambung setelah membantai Oman 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026). Gol-gol Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen menjadi bukti ketajaman lini depan Garuda. Namun, Mozambik bukanlah lawan yang bisa dianggap enteng. Dengan 25 pemain yang telah berkumpul, tim asal Afrika Timur itu memiliki pengalaman dan semangat juang tinggi.
Pelatih Chiquinho Conde membawa skuad yang dipadukan pemain senior dan muda. Meski tanpa Fernando Cahamboco dan Luís Miquissone, Mozambik masih memiliki nama-nama seperti Edmilson Dove, Keyns Abdala, Dario Melo, dan Amancio Canhemba. Kehadiran pemain muda seperti Xhamin Chalinda dan Nélio Matsinhe menambah variasi permainan. Sayang, Canhemba yang akrab disapa Neymar mengalami cedera gesekan di kaki dan harus menjalani pengondisian khusus.
Kiper Mozambik, Ivane Urrubal, mengungkapkan bahwa kemiripan iklim antara Jakarta dan Mozambik menjadi faktor kunci kelancaran adaptasi. "Integrasi para pemain muda berjalan alami karena banyak dari mereka sudah saling mengenal dari liga Moçambola. Kami siap menunjukkan tim yang kompetitif dan bertekad," ujarnya dalam pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Mozambik (FMF).
Senada dengan Urrubal, striker Chamito Alfandega menekankan tanggung jawab besar yang mereka emban. "Setiap pemain tahu apa artinya mengenakan seragam ini. Kami fokus pada pekerjaan kami dan tidak membiarkan diri terpengaruh oleh hasil pertandingan lawan sebelumnya, karena setiap pertandingan memiliki ceritanya sendiri," tegas pemain yang berlaga di Liga Portugal tersebut.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi ujian konsistensi setelah kemenangan meyakinkan atas Oman. John Herdman, pelatih Garuda, harus mewaspadai potensi kejutan dari Mozambik yang haus akan prestasi. Pertandingan nanti tidak hanya soal gengsi, tetapi juga menjadi tolok ukur kesiapan tim menghadapi agenda FIFA Matchday selanjutnya.
Dengan semangat pantang menyerah dan adaptasi yang mulus, Mozambik berpotensi merepotkan Indonesia. Akankah Garuda mampu mempertahankan tren positif, atau justru Mozambik yang akan mencuri kemenangan? Laga di SUGBK akan menjadi jawabannya.



