Buru Pengganti Gordon, Newcastle Beralih ke Bintang Muda Koln yang Lebih Tajam
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United mengincar Said El Mala, penyerang Koln berusia 19 tahun, sebagai alternatif pengganti Anthony Gordon yang hengkang ke Barcelona.
- El Mala dinilai lebih unggul dari Victor Munoz, target utama Newcastle, dengan torehan 13 gol dan 4 assist di Bundesliga musim lalu.
- Kesepakatan transfer El Mala terganjal permintaan Koln yang ingin mengikutsertakan saudaranya, Malek, dalam paket transfer.

Kehilangan Anthony Gordon yang dilego ke Barcelona seharga 70 juta poundsterling membuat Newcastle United bergegas mencari pengganti di sektor sayap kiri. Klub asal Inggris itu dilaporkan telah membuka komunikasi dengan Koln untuk mendatangkan Said El Mala, pemain sayap berusia 19 tahun yang musim lalu tampil gemilang di Bundesliga.
Sebelumnya, Newcastle dikabarkan telah merayu Victor Munoz dari Osasuna. Namun, torehan enam gol dan dua assist pemain Spanyol itu di La Liga musim 2025/26 dinilai belum cukup untuk menambal lubang yang ditinggalkan Gordon. Manajer Eddie Howe membutuhkan sosok yang lebih produktif, terutama setelah tak satu pun pemain Newcastle mencetak dua digit gol di Premier League musim lalu—Bruno Guimaraes menjadi yang teratas dengan sembilan gol.
Di sinilah El Mala muncul sebagai kandidat kuat. Menurut laporan TEAMtalk, Newcastle dan Nottingham Forest telah mengajukan penawaran setelah Brentford gagal merealisasikan kesepakatan senilai 44 juta poundsterling karena menolak mengakomodasi permintaan Koln untuk mengikat saudara El Mala, Malek, dalam satu paket transfer. Kedua klub Premier League itu kini tengah mencari cara kreatif untuk memenuhi syarat tersebut tanpa harus menandatangani Malek secara langsung.
Performa El Mala musim lalu memang sulit diabaikan. Dalam 34 penampilan di semua kompetisi, ia mencetak 13 gol dan 4 assist—lebih dari dua kali lipat produktivitas Munoz. Analis Bence Bocsak bahkan menyebutnya sebagai pemain yang “tak terhentikan”, sementara pemandu bakat U23 Antonio Mango memuji fisiknya yang kokoh dan kemampuannya melindungi bola dari tekanan bek lawan. Dengan tinggi 183 cm dan postur kekar, El Mala dianggap siap beradaptasi dengan kerasnya Premier League.
Namun, ada satu ganjalan yang membuat negosiasi tak berjalan mulus. Koln bersikeras agar Malek El Mala, yang juga berposisi sebagai pemain sayap, diikutsertakan dalam kesepakatan. Langkah ini dianggap sebagai paket bundling yang lazim di sepak bola Jerman, tetapi kerap menyulitkan klub pembeli karena harus mengakomodasi pemain yang mungkin tidak masuk dalam rencana tim. Newcastle dan Nottingham Forest kini tengah mengkaji opsi seperti peminjaman atau klausul pembelian terpisah untuk memecah kebuntuan.
Bagi Newcastle, mendatangkan El Mala bukan sekadar mengganti Gordon, melainkan juga menjawab masalah kronis lini depan yang tumpul musim lalu. Dengan hanya 48 gol dari 38 laga Premier League, The Magpies menjadi tim dengan produktivitas terendah di antara enam besar. Kehadiran El Mala yang bisa bermain sebagai sayap kiri maupun penyerang tengah diharapkan mampu menjadi katalis serangan yang lebih tajam.
Dari sisi taktik, El Mala menawarkan dimensi berbeda ketimbang Munoz. Ia lebih sering memotong ke dalam dari sisi kiri untuk melepaskan tembakan, mirip dengan peran yang dimainkan Gordon. Statistik menunjukkan ia rata-rata melakukan 4,1 dribel sukses per pertandingan dan menciptakan 2,3 peluang—angka yang lebih baik dari rata-rata pemain sayap Newcastle musim lalu.
Keputusan akhir kini berada di tangan manajemen Newcastle. Apakah mereka bersedia memenuhi permintaan Koln yang rumit, atau beralih ke opsi lain yang lebih mudah direalisasikan? Dengan jendela transfer musim panas yang masih panjang, saga ini masih menyisakan tanda tanya besar.



