Haaland Jadi Andalan, Solbakken Yakin Norwegia Bisa Bersaing di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Norwegia Stale Solbakken percaya Erling Haaland bisa menjadi pembeda di Piala Dunia 2026 setelah mencetak 16 gol di kualifikasi.
- Norwegia lolos ke putaran final setelah 28 tahun absen, dengan kemenangan penting atas Italia di babak kualifikasi.
- Solbakken menolak label 'kuda hitam' untuk timnya, namun optimistis bisa bersaing di grup berat bersama Prancis, Irak, dan Senegal.
Stale Solbakken, pelatih tim nasional Norwegia yang pernah merasakan Piala Dunia 1998 sebagai pemain, kini membawa skuadnya ke Amerika Utara dengan misi mengukir sejarah baru. Setelah 28 tahun absen, Norwegia akhirnya lolos ke Piala Dunia 2026, dan Solbakken menegaskan bahwa kehadiran Erling Haaland menjadi kunci utama kebangkitan tim Viking.
Dalam wawancara eksklusif dengan FIFA, Solbakken mengaku lega setelah perjuangan panjang melewati babak kualifikasi. Kemenangan telak 3-0 atas Italia menjadi momentum yang membuka jalan Norwegia ke putaran final. “Lima puluh ribu suporter datang menyambut kami di tengah suhu minus empat derajat. Itu menunjukkan betapa mereka merindukan momen ini,” ujar Solbakken. Ia menambahkan bahwa tekanan sebagai pelatih sangat besar, terutama setelah publik mulai percaya diri setelah mengalahkan Italia.
Haaland, yang mencetak 16 gol selama kualifikasi—dua kali lipat dari pesaing terdekatnya seperti Harry Kane dan Memphis Depay—menjadi senjata utama Norwegia. Namun, Solbakken menekankan bahwa megabintang Manchester City itu tetap rendah hati dan mudah diatur. “Dia ingin yang terbaik untuk tim, suka bercanda dengan staf, dan tidak punya ego berlebihan,” kata Solbakken. Selain Haaland, Alexander Sorloth juga mendapat pujian karena kemauannya bermain di posisi yang tidak ia sukai demi tim.
Meski lolos dengan gemilang, Norwegia tergabung dalam grup berat bersama Prancis, Irak, dan Senegal. Solbakken enggan membebani timnya dengan ekspektasi berlebihan. “Kami tidak punya sesuatu yang perlu ditakuti, tapi grup ini sangat sulit. Prancis jelas favorit, dan tiga tim lain akan berebut posisi kedua dan ketiga,” katanya. Ia menolak label 'kuda hitam' yang disematkan sebagian pengamat, namun mengakui bahwa timnya bisa mengalahkan lawan yang lebih kuat jika bermain maksimal.
Bagi Indonesia, perjalanan Norwegia ini bisa menjadi inspirasi. Timnas Indonesia juga tengah berjuang untuk tampil di Piala Dunia setelah penantian panjang. Keberhasilan Norwegia membangun tim di sekitar satu bintang seperti Haaland menunjukkan pentingnya memiliki pemain kelas dunia yang bisa menjadi pembeda. Namun, Solbakken mengingatkan bahwa sepak bola adalah olahraga tim. “Kami punya organisasi yang baik dan pemain-pemain yang bekerja keras untuk satu sama lain,” ujarnya.
Solbakken masih ingat betul kemenangan dramatis Norwegia atas Brasil di Piala Dunia 1998, yang menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah sepak bola negara itu. Kini, ia berharap bisa menciptakan kenangan baru bagi para pendukung. “Mimpi saya? Saya tidak akan membicarakannya. Tapi semoga kami bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dan pada hari yang baik, kami bisa mengalahkan siapa pun,” pungkasnya. Pertanyaannya, akankah Norwegia mampu melampaui capaian 28 tahun lalu dan menembus babak gugur?
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)


