Norway Siap Gebrak Piala Dunia 2026: Haaland Jadi Mesin Gol, Rekor Qualifikasi Sempurna
Baca dalam 60 detik
- Norway lolos ke Piala Dunia 2026 dengan rekor sempurna: delapan kemenangan dari delapan laga, mencetak 37 gol—terbanyak di Eropa.
- Erling Haaland mendominasi kualifikasi dengan 16 gol, lebih banyak dari total gol enam tim yang lolos, termasuk Paraguay dan Skotlandia.
- Tim 'Generasi Emas' ini mengandalkan trio Haaland, Martin Odegaard, dan Antonio Nusa, namun pertahanan masih menjadi titik lemah.

Setelah 28 tahun absen, tim nasional pria Norway akhirnya kembali ke panggung Piala Dunia. Kepastian itu diraih dengan cara yang tak terbantahkan: delapan kemenangan beruntun di babak kualifikasi, termasuk kemenangan telak 4-1 atas Italia di San Siro. Tak ada tim Eropa lain yang mencetak gol sebanyak Norway—37 gol, delapan lebih banyak dari pesaing terdekat.
Julukan 'Generasi Emas' melekat pada skuad asuhan Stale Solbakken. Nama-nama seperti Erling Haaland (Manchester City) dan Martin Odegaard (Arsenal) menjadi magnet utama. Namun, yang membuat Norway berbeda adalah kedalaman skuad. Alexander Sorloth (Atletico Madrid) dan Jorgen Strand Larsen memberikan opsi di lini depan, sementara Antonio Nusa (RB Leipzig) menjadi kreator dari sisi sayap dengan 27 dribel sukses selama kualifikasi—terbanyak kedua di Eropa setelah Jeremy Doku.
Pelatih Solbakken, yang pernah mengalami henti jantung selama tujuh menit pada 2001, membangun tim dengan pendekatan teknis yang kontras dengan gaya long-ball era 1990-an. "Kami percaya diri untuk menerapkan permainan menyerang bahkan melawan tim yang secara tradisional lebih kuat," ujarnya. Filosofi itu terbukti efektif: Norway menjadi tim Eropa keenam yang menyapu bersih kualifikasi dengan rekor 100% dalam kampanye yang melibatkan enam pertandingan atau lebih.
Namun, di balik keperkasaan serangan, ada celah di lini belakang. Norway hanya kebobolan lima gol selama kualifikasi, tetapi performa individu beberapa pemain bertahan patut diwaspadai. Bek kiri David Moller Wolfe (Wolves) hanya tampil 11 kali sebagai starter di liga musim ini, sementara kiper Orjan Nyland (Sevilla) baru bermain lima laga. Duet bek tengah Torbjorn Heggem (Bologna) dan Kristoffer Ajer (Brentford) dianggap solid, tetapi akan diuji berat oleh Senegal dan Prancis di Grup I.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kebangkitan Norway menjadi cerita menarik. Tim ini membuktikan bahwa kesabaran terhadap pelatih bisa berbuah manis. Solbakken nyaris dipecat setelah kekalahan 1-5 dari Austria pada Oktober 2024—saat itu hanya 18% suporter mendukungnya. Namun, federasi tetap percaya, dan hasilnya adalah tiket Piala Dunia dengan gaya paling meyakinkan. Pertanyaan besarnya: bisakah Norway melaju jauh di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tahun depan? Atau akankah mereka hanya menjadi tim kejutan yang kandas di fase grup?



