West Ham Pasang Harga Mahal untuk Bintang Muda Mohamadou Kante di Tengah Krisis Finansial
Baca dalam 60 detik
- West Ham United membanderol gelandang muda Mohamadou Kante dengan harga 15-20 juta poundsterling di tengah ancaman relegasi ke Championship.
- Manajer Nuno Espirito Santo terkesan dengan perkembangan Kante, yang dinilai sebagai aset jangka panjang klub meski usianya baru 20 tahun.
- Klub London itu diperkirakan harus menjual pemain senilai 100 juta poundsterling musim panas ini untuk menyeimbangkan keuangan pasca-degradasi.

West Ham United dikabarkan telah menetapkan banderol antara 15 juta hingga 20 juta poundsterling untuk gelandang muda berbakat mereka, Mohamadou Kante, di tengah spekulasi kepergian sejumlah pemain utama menyusul degradasi klub ke Championship. Langkah ini menunjukkan dilema yang dihadapi The Hammers: antara mempertahankan talenta masa depan atau menjualnya demi memperbaiki kondisi keuangan.
Menurut laporan The Athletic, manajer Nuno Espirito Santo sangat terkesan dengan perkembangan Kante di balik layar. Pemain berusia 20 tahun asal Prancis itu bergabung dari Paris FC pada 2024, kemudian dipinjamkan kembali ke klub lamanya musim 2024/25, dan meneken kontrak jangka panjang baru pada Oktober 2025. Sosoknya dinilai memiliki fisik kuat, teknik mumpuni, serta ketenangan dalam menguasai bola—kualitas yang langka untuk pemain seusianya.
Namun, situasi keuangan West Ham pasca-degradasi dari Premier League memaksa klub untuk mempertimbangkan tawaran yang masuk. Beberapa laporan menyebutkan bahwa klub mungkin perlu mengumpulkan sekitar 100 juta poundsterling dari penjualan pemain musim panas ini. Kapten tim Jarrod Bowen, gelandang Mateus Fernandes, dan winger Crysencio Summerville juga dikaitkan dengan kepindahan.
Kante, yang belum menjadi pilar tim utama, justru menjadi salah satu aset paling menarik di mata klub-klub lain. Meski West Ham tidak secara aktif ingin melepasnya, banderol tinggi tersebut mencerminkan keyakinan klub bahwa ia bisa menjadi pemain kunci di masa depan. Nuno disebut sebagai pengagum berat Kante, dan ia diyakini akan menjadi bagian penting dalam upaya West Ham kembali ke Premier League.
Dari perspektif domestik Indonesia, berita ini relevan bagi penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti perkembangan pemain muda di Eropa. West Ham selama ini dikenal sebagai klub yang kerap memberi kesempatan kepada talenta muda, dan nasib Kante bisa menjadi contoh bagaimana klub di luar enam besar Premier League harus beradaptasi dengan tekanan finansial. Jika Kante hengkang, ia bisa menjadi pemain Prancis lain yang sukses di liga top Eropa, mirip dengan N'Golo Kante—meski tanpa hubungan keluarga.
Keputusan West Ham dalam bursa transfer musim panas ini akan menjadi ujian bagi strategi jangka panjang klub. Apakah mereka akan mempertahankan pemain muda potensial demi promosi cepat, atau justru memanfaatkan nilai jual mereka untuk membangun ulang skuad? Jawabannya akan menentukan arah klub dalam beberapa musim ke depan.



