Lamine Camara Pilih Aston Villa, Newcastle Gigit Jari
Baca dalam 60 detik
- Gelandang AS Monaco Lamine Camara dikabarkan lebih memilih bergabung dengan Aston Villa ketimbang Newcastle United pada bursa transfer musim panas ini.
- Keputusan Camara menjadi pukulan telak bagi Newcastle yang musim lalu finis di peringkat 12, sementara Aston Villa justru lolos ke Liga Champions.
- Monaco membanderol Camara dengan harga €50 juta, memicu perang penawaran antara dua klub kaya Liga Inggris tersebut.

Persaingan Aston Villa dan Newcastle United di bursa transfer musim panas kian memanas. Gelandang muda AS Monaco, Lamine Camara, dikabarkan telah menjatuhkan pilihan pada Aston Villa, meninggalkan The Magpies yang sebelumnya dianggap sebagai kandidat terdepan.
Menurut laporan Media Foot yang dikutip Sport Witness, pemain timnas Senegal berusia 22 tahun itu lebih tertarik bermain di bawah arahan Unai Emery ketimbang pindah ke St James' Park. Padahal, Newcastle disebut sudah mengadakan pertemuan dengan perwakilan Camara. Namun, keputusan sang pemain sepertinya sudah bulat: ia ingin berseragam Villans musim depan.
Kedua klub memang memiliki profil serupa: sama-sama bergulat dengan regulasi Profit and Sustainability Rules (PSR) dalam beberapa tahun terakhir, dan bergantian menikmati tiket Liga Champions. Musim lalu, giliran Aston Villa yang unggul. Emery berhasil membawa timnya finis di empat besar Premier League sekaligus menjuarai Europa League. Sebaliknya, Newcastle harus puas di peringkat 12—jauh dari ekspektasi setelah musim sebelumnya tampil perkasa.
Camara bukanlah pemain murah. AS Monaco mematok harga €50 juta, dan baik pemilik Newcastle (PIF) maupun Aston Villa (NSWE) dikabarkan siap menggelontorkan dana sebesar itu. Perang penawaran pun diprediksi tak terhindarkan. Namun, jika benar Camara memilih Villa, Newcastle harus segera mencari alternatif lain di lini tengah.
Bagi Aston Villa, merekrut Camara akan menjadi pernyataan ambisi yang serius. Pemain yang dijuluki "fantastic" oleh pengamat bakat Jacek Kulig ini dianggap sebagai salah satu gelandang muda terbaik di Eropa. Energi dan kemampuannya dalam merebut bola disebut-sebut bisa menutupi kelemahan utama Youri Tielemans yang kerap kesulitan dalam transisi bertahan. Menariknya, musim lalu Camara justru unggul dalam akurasi umpan dan jumlah operan per pertandingan dibanding Tielemans—menunjukkan bahwa ia bukan hanya pekerja keras, tetapi juga cerdas secara teknis.
Keputusan Camara memberi keuntungan besar bagi Aston Villa, namun belum ada yang final. Jika Villa gagal memenuhi tuntutan Monaco, Newcastle masih punya peluang untuk membalikkan keadaan. Yang jelas, saga transfer ini akan menjadi salah satu yang paling menarik untuk diikuti di jendela transfer musim panas.



