Rupiah Terperosok ke Rp17.879 per Dolar AS Usai Libur Panjan
Baca dalam 60 detik
- Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah dibuka melemah tajam pada perdagangan Selasa (2/6) pagi, nyaris menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terdepresiasi 74 poin atau 0,42 persen ke posisi Rp17.879 per dolar AS, setelah sebelumnya ditutup di Rp17.805.
- Pelemahan ini terjadi pada hari pertama perdagangan setelah libur panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila. Tekanan terhadap rupiah datang dari penguatan dolar AS yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
- Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menjelaskan, dolar AS menguat setelah Iran menghentikan perundingan damai dengan Amerika Serikat dan berencana menutup penuh Selat Hormuz. Langkah tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global, sehingga investor berbondong-bondong masuk ke aset safe haven dolar AS.

Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah dibuka melemah tajam pada perdagangan Selasa (2/6) pagi, nyaris menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terdepresiasi 74 poin atau 0,42 persen ke posisi Rp17.879 per dolar AS, setelah sebelumnya ditutup di Rp17.805.
Pelemahan ini terjadi pada hari pertama perdagangan setelah libur panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila. Tekanan terhadap rupiah datang dari penguatan dolar AS yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menjelaskan, dolar AS menguat setelah Iran menghentikan perundingan damai dengan Amerika Serikat dan berencana menutup penuh Selat Hormuz. Langkah tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global, sehingga investor berbondong-bondong masuk ke aset safe haven dolar AS.
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat merespons pernyataan Iran. Penguatan dolar AS juga didukung data manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/6).
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terpantau bervariasi. Yuan China menguat tipis 0,02 persen, sementara ringgit Malaysia bergerak stabil. Namun, mayoritas mata uang Asia lainnya justru melemah. Peso Filipina turun 0,03 persen, dolar Singapura melemah 0,01 persen, yen Jepang terkoreksi 0,03 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,16 persen, dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.
Sementara itu, di negara maju, euro Eropa menguat 0,01 persen. Namun, poundsterling Inggris melemah 0,01 persen, dolar Australia turun 0,06 persen, dolar Kanada terkoreksi 0,06 persen, dan franc Swiss melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Ia mengingatkan bahwa ketegangan geopolitik masih menjadi faktor dominan yang membayangi pergerakan mata uang Garuda dalam jangka pendek.



