Cologne Gaet Gelandang Australia Paul Okon-Engstler: Pewaris Tradisi Sepak Bola Keluarga
Baca dalam 60 detik
- Cologne merekrut gelandang bertahan Australia berusia 21 tahun, Paul Okon-Engstler, setelah penampilannya di Piala Dunia 2026.
- Okon-Engstler, putra mantan kapten Socceroos Paul Okon, memiliki perjalanan karier unik dari Belgia, Portugal, hingga kembali ke Australia.
- Gelandang berpostur 186 cm ini diharapkan menjadi motor permainan Cologne musim depan dengan gaya bermain ala Angelo Stiller.

FC Cologne resmi mendatangkan gelandang muda Australia Paul Okon-Engstler dari Sydney FC. Pemain berusia 21 tahun yang tampil di Piala Dunia 2026 bersama Socceroos ini diikat kontrak hingga 2030, dengan nilai transfer tidak diungkapkan.
Okon-Engstler lahir di Belgia dan memulai karier di Marconi Stallions, klub semi-profesional Australia tempat sang ayah juga memulai. Setahun kemudian ia bergabung dengan akademi Western Sydney Wanderers, sebelum kembali ke Belgia pada 2019 untuk bermain di akademi Club Brugge. Bakatnya tercium oleh Benfica, yang merekrutnya pada 2022. Namun, Okon-Engstler hanya tampil 12 kali untuk tim cadangan Benfica di Liga Portugal 2, tanpa pernah menembus tim utama.
Pada Juli 2025, ia kembali ke Australia dan bergabung dengan Sydney FC. Langkah itu terbukti brilian: dalam 30 penampilan di semua kompetisi, ia membawa Sydney FC ke final A-League, meskipun kalah 1-0 dari Auckland FC. Penampilan konsistennya berbuah panggilan timnas senior pada November 2025, dan ia masuk skuad Australia untuk Piala Dunia 2026, bermain penuh di empat pertandingan sebelum Australia tersingkir di babak 32 besar.
Gaya bermain Okon-Engstler sering dibandingkan dengan Angelo Stiller dari Stuttgart. Ia nyaman beroperasi di depan lini pertahanan, memiliki visi permainan yang baik, dan mampu membangun serangan dari dalam. Keunggulan fisiknya, terutama dalam duel udara, membuatnya menjadi ancaman di kotak penalti lawan saat situasi bola mati. Kombinasi ini menjadikannya kandidat kuat sebagai gelandang jangkar Cologne di masa depan.
โPaul memiliki kualitas sepak bola yang hebat, intensitas tinggi, dan kesiapan untuk terus berkembang. Tipe pemain seperti inilah yang cocok di sini,โ ujar Thomas Kessler, direktur utama Cologne. Sementara itu, Alexander Baumjohann, kepala manajemen pemain Sydney FC, menyebut Okon-Engstler spesial dengan bakat, mentalitas, dan profesionalisme yang luar biasa. Pelatih Australia Tony Popovic juga memujinya sebagai pemain istimewa sejak pertama kali dipanggil.
Kedatangan Okon-Engstler ke Bundesliga menjadi sorotan di Asia, termasuk Indonesia. Meskipun belum ada pemain Indonesia yang bermain di liga top Eropa, keberhasilan pemain Asia lainnya seperti Okon-Engstler diharapkan bisa menjadi motivasi. PSSI dan klub-klub Indonesia bisa belajar dari perjalanan kariernya yang melalui berbagai jenjang akademi di Eropa sebelum akhirnya menembus Bundesliga. Transfer ini juga menunjukkan bahwa pasar pemain Asia mulai dilirik serius oleh klub-klub Eropa, membuka peluang lebih besar bagi talenta Asia Tenggara.
Langkah Okon-Engstler ke Cologne adalah ujian sesungguhnya. Setelah gagal menembus tim utama Benfica, ia kini mendapat kesempatan emas di salah satu liga terbaik dunia. Apakah ia akan menjadi suksesor Paul Okon atau bahkan melampaui pencapaian ayahnya? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa musim ke depan, saat ia bersaing memperebutkan posisi di lini tengah Cologne yang kompetitif.



