Troy Pantouw Tutup Usia, Jenazah Jubir IKN Akan Tiba di Jakarta Minggu Pagi
Baca dalam 60 detik
- Troy Pantouw, juru bicara IKN, meninggal dunia Sabtu siang akibat penyebab alami dengan riwayat hipertensi.
- Jenazah diterbangkan ke Jakarta setelah proses medis dan penghormatan di RS Hermina IKN selesai.
- Kepergiannya meninggalkan duka mendalam karena ia merupakan salah satu pionir komunikasi publik proyek strategis nasional.

Juru Bicara Ibu Kota Nusantara (IKN) Troy Harold Yohanes Pantouw meninggal dunia pada Sabtu (25/7) di usia 58 tahun, dan jenazahnya dijadwalkan tiba di Jakarta pada Minggu pagi. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Otorita IKN, yang menyebutkan bahwa Troy mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Hermina IKN, Kalimantan Timur.
Mendiang ditemukan tidak bernapas di kamar huniannya di Rusun ASN 3 Tower 6 pada pukul 12.45 WITA, dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, tim dokter menyatakan Troy meninggal pada pukul 14.25 WITA karena penyebab alami. Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan fisik awal tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan. Keluarga menyebut almarhum memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi obat.
Setelah seluruh proses administrasi medis dan penghormatan terakhir selesai di RS Hermina IKN pada Sabtu sore, jenazah langsung diterbangkan ke Jakarta. Otorita IKN memperkirakan jenazah akan tiba di rumah duka di Jakarta pada Minggu (26/7) pagi. Prosesi pemulasaraan didampingi oleh jajaran pejabat Otorita IKN sebelum pemberangkatan ke bandara.
Troy Pantouw bukan sekadar jubir. Ia adalah salah satu figur awal yang mengawal babak baru pemindahan ibu kota negara. Bersama Thomas Umbu Pati dan Deputi Lingkungan Hidup Myrna Safitri, Troy ditunjuk membantu Kepala Otorita IKN kala itu, Bambang Susantono, saat pembangunan fisik mulai dipacu pada 2021. Pada masa-masa awal, kawasan IKN masih berupa Hutan Tanaman Industri (HTI) tanpa fasilitas gedung. Troy dan staf rela berkantor di Balikpapan dan menempuh perjalanan darat dua jam setiap hari hingga akhirnya bisa menetap di Rusun ASN IKN.
Karier Troy di bidang komunikasi sudah lama malang melintang. Sebelum bergabung dengan Otorita IKN, ia pernah bekerja di media televisi. Saat pandemi Covid-19, ia menjabat Ketua Subbidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan COVID-19. Pengalaman ini membuatnya dipercaya mengelola komunikasi publik proyek strategis IKN, yang selama ini menjadi sorotan nasional dan internasional.
"Pemeriksaan fisik awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Pihak keluarga menyampaikan almarhum memang memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi obat," jelas Thomas Umbu Pati.
Ucapan duka cita mengalir dari berbagai pihak, termasuk akun resmi @IKN_ID dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Kepergian Troy meninggalkan duka mendalam di jajaran Otorita IKN. Ia dikenang sebagai komunikator ulung yang berdedikasi dalam mengawal salah satu proyek terbesar bangsa. Pertanyaan kini mengemuka: siapa yang akan meneruskan peran sentral komunikasi publik IKN di tengah percepatan pembangunan yang masih berlangsung?



