Noah Lyles Buktikan Diri di Musim Sepi: Catat Waktu Terbaik Dunia di Kejuaraan AS
Baca dalam 60 detik
- Noah Lyles memenangi nomor 100 meter putra Kejuaraan Atletik AS dengan catatan waktu 9,79 detik, menyamai rekor pribadinya di Olimpiade Paris.
- Sha'Carri Richardson mendominasi nomor 100 meter putri dengan waktu 10,77 detik, menunjukkan kelasnya di tengah absennya ajang global tahun ini.
- Kejuaraan yang biasanya menjadi ajang kualifikasi ini tetap menyajikan performa kelas dunia, mengirim sinyal bahwa atlet AS siap bersaing meski tanpa tekanan event besar.

Noah Lyles menegaskan kembali statusnya sebagai raja lintasan Amerika Serikat setelah menaklukkan nomor 100 meter putra di Kejuaraan Atletik AS di New York, Jumat (24/7) waktu setempat, dengan catatan waktu 9,79 detikโyang sekaligus menjadi rekor dunia musim ini. Prestasi itu dicapai sang juara Olimpiade Paris dalam tahun yang disebutnya sebagai "musim sepi", tanpa kejuaraan dunia atau Olimpiade, namun ia tetap bertekad untuk tampil maksimal.
Berdiri di Icahn Stadium, Randallโs Island, Lyles melesat sejak start dan unggul 0,09 detik atas Ronnie Baker yang finis kedua. Kenny Bednarek melengkapi podium ketiga di hadapan ribuan penonton. Kemenangan ini sekaligus menyamai catatan pribadi Lyles yang ia cetak saat final Olimpiade Paris dua tahun lalu. "Hanya karena ini tahun sepi bukan berarti saya berniat berlari lambat," ujar Lyles usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa teknik dan puncak performanya masih jauh dari sempurna, sehingga ia akan terus mendorong batas kemampuannya.
Meski Kejuaraan Atletik AS biasanya menjadi batu loncatan menuju kejuaraan dunia atau Olimpiade, absennya kedua ajang global tahun ini tidak mengurangi kualitas pertandingan. Sha'Carri Richardson, juara dunia 2023, juga tampil dominan di nomor 100 meter putri. Ia melaju mulus melalui semifinal dengan catatan 10,78 detik (terbantu angin) dan menguncinya dengan kemenangan di final dalam 10,77 detik, meninggalkan Kayla White (10,90) dan Tamari Davis (11,00) jauh di belakang. Richardson nyaris tidak memberi kesempatan kepada jurnalis untuk bertanya setelah finis.
Nama lain yang mencuri perhatian adalah Cooper Lutkenhaus, pelari 17 tahun yang memenangi babak pertama 800 meter putra dalam waktu 1:45,83. Ia menyebut eksekusi larinya hampir sempurna dan optimis menjelang final Minggu nanti. Lutkenhaus sebelumnya menjadi juara dunia dalam ruangan untuk jarak yang sama awal tahun ini. Sementara itu, di nomor 400 meter, juara Olimpiade Quincy Hall gagal lolos ke final setelah mencatat 46,47 detik, akibat cedera yang menggerogoti musim 2025-nya.
Pertandingan ini menjadi sorotan karena beberapa atlet papan atas menunjukkan konsistensi di luar tahun puncak. Bagi pelari Indonesia, performa Lyles dan Richardson bisa menjadi tolok ukur bahwa menjaga ritme kompetisi di tahun sepi justru krusial untuk membangun fondasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Federasi Atletik Indonesia bisa memetik pelajaran tentang manajemen beban latihan dan pemilihan kejuaraan di antara event besar.
Final 400 meter putra dan putri dijadwalkan berlangsung Sabtu waktu setempat. Dengan keberhasilan di nomor 100 meter, Lyles bersiap untuk turun di nomor 200 meter pada hari yang sama. Pertanyaannya, bisakah ia mempertahankan dominasi di dua nomor sekaligus? Jawabannya akan menjadi indikator kesiapan Amerika Serikat menghadapi persaingan global di musim depan.



