Suami di Mamuju Tengah Bacok Istri dan Anak, Pelaku Masih Buron
Baca dalam 60 detik
- Seorang suami berinisial AR (41) di Mamuju Tengah, Sulbar, membacok istri hingga tewas dan anaknya luka berat menggunakan parang.
- Polisi bersama warga masih memburu pelaku yang kabur setelah kejadian pada Rabu (3/6) dini hari.
- Motif pembunuhan masih diselidiki, sementara anak korban dirawat intensif di rumah sakit.

Seorang pria di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, nekat menghabisi nyawa istrinya dengan sebilah parang, sementara anak kandungnya sendiri mengalami luka parah dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu (3/6) dini hari. Pelaku berinisial AR (41) kini menjadi buruan polisi dan warga setempat.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 04.00 WITA di kediaman keluarga di wilayah Mamuju Tengah. AR diduga menganiaya istrinya, S (40), dan anaknya yang masih berusia 7 tahun, H, menggunakan senjata tajam jenis parang. Akibat luka tebasan yang diderita, S dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani pemeriksaan medis. Sementara H masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka berat.
Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah, Iptu Muh Arifin, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri usai kejadian. "Pelaku masih dalam pengejaran petugas bersama warga," ujarnya kepada wartawan, Kamis (4/6). Hingga saat ini, polisi telah menyisir sejumlah titik di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah untuk memburu AR.
Polisi masih mendalami motif di balik aksi brutal tersebut. "Untuk motifnya masih diselidiki, kita masih mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi," kata Arifin. Tim penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian untuk mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada pembunuhan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat ribuan kasus KDRT setiap tahunnya, dengan sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Kasus di Mamuju Tengah ini kembali mengingatkan pentingnya deteksi dini dan penanganan konflik rumah tangga sebelum berujung pada tragedi.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku untuk segera melapor ke aparat terdekat. Hingga berita ini diturunkan, AR masih buron dan upaya pengejaran terus dilakukan. Pertanyaan besar masih tersisa: apa yang mendorong seorang suami tega menghabisi nyawa istri dan melukai anak kandungnya sendiri?



