Perkelahian di Penjara, Diddy Combs Dijebloskan ke Sel Isolasi
Baca dalam 60 detik
- Sean 'Diddy' Combs dilaporkan terlibat baku hantam dengan sesama narapidana di FCI Fort Dix dan langsung dikarantina.
- Insiden ini berpotensi menggagalkan rencana pembebasan awal sang rapper yang dijadwalkan pada Februari 2028.
- Pihak penjara dan Biro Federal Penjara AS menolak memberikan detail, mengutip masalah privasi dan keamanan.

Nasib Sean 'Diddy' Combs di balik jeruji besi kembali runyam. Musisi yang tengah menjalani hukuman 50 bulan atas kasus prostitusi itu dikabarkan dimasukkan ke sel isolasi setelah terlibat perkelahian dengan narapidana lain di FCI Fort Dix, New Jersey, pekan ini.
Menurut laporan TMZ yang dikutip sejumlah media, pertengkaran dipicu oleh ejekan dari lawannya. Kedua pria itu saling dorong dan melayangkan pukulan. Diddyโyang dikenal lewat lagu 'I'll Be Missing You'โdisebut mampu bertahan dalam duel singkat tersebut. Petugas penjara segera memisahkan mereka dan sang rapper langsung dibawa ke ruang isolasi. Belum diketahui apakah ia masih berada di sel isolasi saat ini.
Perkelahian ini bisa berdampak serius pada masa hukumannya. Saat ini jadwal bebas Diddy adalah Februari 2028, lebih awal dari perkiraan awal Juni 2028. Namun kemajuan itu bergantung pada catatan perilaku baik. Jika terbukti melanggar aturan, ia bisa kehilangan kredit remisi dan bebas lebih lama.
Juru bicara penjara menolak memberikan pernyataan rinci, dengan alasan keamanan dan privasi. โKami tidak dalam posisi mengungkapkan informasi internal tentang narapidana mana pun,โ ujarnya. Biro Federal Penjara juga bungkam soal masalah disiplin individu. Sikap ini memperkuat spekulasi bahwa insiden tersebut cukup serius untuk ditangani secara tertutup.
Kabar ini menjadi perhatian publik Indonesia, terutama penggemar musik hip-hop dan R&B. Diddy selama ini dikenal sebagai ikon budaya pop global, dan pemberitaan tentang perkelahiannya bisa memengaruhi persepsi terhadap artis internasional di Tanah Air. Beberapa pengamat menilai bahwa kasus ini juga mengingatkan pada pentingnya pengelolaan emosi di lingkungan penjara, baik bagi selebriti maupun narapidana biasa.
Sebelumnya, kuasa hukum Diddy menepis tuduhan bahwa kliennya membuat minuman keras ilegal di dalam penjara. Mereka menegaskan bahwa Diddy serius menjalani rehabilitasi dan menjaga ketenangan. Timnya bahkan meminta pindah ke FCI Fort Dix karena fasilitas tersebut memiliki program pengobatan kecanduan yang lebih baik.
Pertanyaan besarnya kini, akankah perkelahian ini memantik reaksi berantai yang memperlambat proses pembebasan Diddy? Ataukah ia masih bisa mempertahankan reputasi baik di mata otoritas penjara? Keputusan akhir ada di tangan Biro Federal Penjara, dan publik hanya bisa menunggu perkembangan selanjutnya.



