Duo Perkasa Beaugrand dan Hauser Sapu Bersih WTCS London, Mimpi Inggris Hancur
Baca dalam 60 detik
- Cassandre Beaugrand dan Matt Hauser memenangi ketiga seri WTCS yang mereka ikuti pada 2026, termasuk di London.
- Kegagalan total tim tuan rumah Inggris diwarnai kecelakaan bersepeda yang menghambat Alex Yee dan Tilly Anema.
- Persaingan menuju grand final masih terbuka dengan Vasco Vilaca memimpin klasemen putra dan Beth Potter di putri.

Seri ketiga World Triathlon Championship Series (WTCS) di London akhir pekan lalu menjadi panggung dominasi mutlak Cassandre Beaugrand dan Matt Hauser. Keduanya sukses meraih kemenangan ketiga secara beruntun di musim 2026, sekaligus mengubur harapan tuan rumah Inggris yang diganggu insiden di segmen sepeda.
Di nomor putri, juara Olimpiade Tokyo, Cassandre Beaugrand, menunjukkan kelasnya meski memulai balapan dengan buruk. Ia keluar dari air di posisi ke-27, namun mampu bertahan dalam grup pengejar saat bersepeda sebelum memimpin di segmen lari. Sprinter asal Prancis itu mencatat waktu 56 menit 6 detik, unggul lima detik dari juara dunia asal Jerman, Lisa Tertsch, dan 15 detik dari Tilda Mansson (Swedia). "Ini salah satu renang terburuk saya. Saya harus bangkit di sepeda dan menghemat tenaga untuk lari," ujar Beaugrand seusai lomba.
Sebaliknya, nasib nahas menimpa kampiun Olimpiade Alex Yee di nomor putra. Ia terlibat kecelakaan sebelum transisi kedua, membuatnya kehilangan waktu satu menit dari grup depan. Meskipun mencatat waktu lari tercepat โ disiplin terkuatnya โ Yee hanya mampu memangkas 17 detik dari Matt Hauser dan Vasco Vilaca. Ia finis di urutan ke-14, lebih dari satu menit di belakang pemenang. Rekan senegaranya, Max Stapley, bertahan di posisi 12. Sementara Tilly Anema terpaksa mundur setelah menabrak kerucut saat memimpin rombongan.
Pada nomor putra, pertarungan sengit terjadi antara juara dunia Matt Hauser (Australia) dan Vasco Vilaca (Portugal). Keduanya berada di grup depan sejak awal, sebelum Hauser melepaskan diri pada dua tikungan terakhir. Ia finis dengan waktu 50 menit 28 detik, hanya tiga detik di depan Vilaca. Posisi ketiga direbut Csongor Lehmann (Hongaria) dengan selisih delapan detik. "Menyenangkan bisa bertarung lagi dengan Vasco. Kami sama-sama ingin tahu siapa yang paling kuat di akhir," kata Hauser.
Bagi Indonesia, dominasi atlet Eropa dan Australia di triathlon kelas dunia masih menjadi cermin betapa jauhnya jarak yang harus ditempuh. Meski belum ada atlet Tanah Air yang berpartisipasi di WTCS, ajang seperti ini bisa menjadi tolok ukur pengembangan olahraga triathlon nasional. Ke depan, investasi pada pembibitan atlet muda dan fasilitas latihan menjadi kunci agar Indonesia tidak tertinggal dalam sirkuit global.
Dengan dua seri tersisa sebelum grand final, persaingan klasemen masih ketat. Beth Potter (Inggris) memimpin peringkat putri, sementara Vasco Vilaca unggul di putra. Pertanyaan besarnya: mampukah Beaugrand atau Hauser mempertahankan tren kemenangan mereka hingga akhir musim? Ataukah Potter dan Vilaca akan kokoh di puncak? Jawabannya akan terjawab di seri berikutnya.



