Kehilangan Sahabat Setia: Amanda Seyfried Berduka atas Kematian Anjing yang Menemaninya 16 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Amanda Seyfried mengumumkan kepergian anjing kesayangannya, Finn, yang telah menjadi teman setianya selama 16 tahun.
- Finn diadopsi saat Amanda syuting serial Big Love dan dinilai berperan penting menjaga stabilitas mental aktris tersebut di usia 20-an.
- Unggahan duka Amanda di Instagram dibanjiri dukungan dari sesama artis, mencerminkan kuatnya ikatan antara manusia dan hewan peliharaan.

Amanda Seyfried, aktris yang dikenal lewat film Mean Girls dan The Housemaid, tengah berduka atas kehilangan sahabat setianya, Finn—seekor anjing Australian shepherd yang telah menemaninya selama 16 tahun. Finn bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan sosok yang menurut Amanda menjadi penopang stabilitas mentalnya saat menjalani masa-masa penuh tekanan di awal karier.
Finn diadopsi Amanda saat ia masih terlibat dalam produksi serial HBO Big Love. Sejak saat itu, anjing jantan itu menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Dalam unggahan Instagram, Amanda membagikan serangkaian foto dirinya bersama Finn dan menulis, “Yang ini selamanya.” Unggahan tersebut sontak memicu gelombang simpati dari rekan-rekan artis. Olivia Munn meninggalkan komentar “Terbang tinggi, anak manis,” sementara Rachel Brosnahan menulis “Pelukan erat. Mereka adalah keluarga selamanya.” Sarah Paulson pun turut berduka, “Oh Amanda. Aku mengirimkanmu banyak cinta. Betapa beruntungnya kalian saling memiliki.”
Dalam kesempatan sebelumnya, Amanda mengungkapkan bahwa Finn memberinya tujuan dan membantunya menghindari masalah di usia 20-an. “Hewan peliharaan memberi kita tujuan. Tidak peduli apa kata orang, kita butuh tujuan, dan memiliki tanggung jawab merawat makhluk yang tidak bisa bersuara—itu memberi kita lebih dari yang bisa kita berikan pada mereka,” ujarnya kepada People. Ia juga mengakui bahwa Finn membantunya mengelola kecemasan dan OCD yang dideritanya. “Saya tidak tahu bagaimana saya bisa melewati usia 20-an tanpa Finn. Saya benar-benar tidak tahu. Dia membuat saya tetap membumi,” tambahnya.
Fenomena ikatan emosional antara manusia dan hewan peliharaan seperti yang dialami Amanda juga mulai terlihat di Indonesia. Semakin banyak selebritas dan masyarakat umum yang menjadikan hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga, bahkan menganggapnya sebagai terapi untuk mengurangi stres dan kecemasan. Meskipun kesadaran akan manfaat terapi hewan belum seluas di negara Barat, tren adopsi hewan dan perawatan hewan peliharaan terus meningkat. Kehilangan Finn menjadi pengingat bahwa hewan peliharaan bukan sekadar properti, melainkan sahabat yang memberikan dampak emosional mendalam.
Kepergian Finn meninggalkan luka yang dalam bagi Amanda, namun warisannya akan terus hidup dalam kenangan dan perubahan hidup yang ia bawa. Pertanyaan yang muncul kemudian: sejauh mana kita menghargai peran hewan peliharaan dalam kehidupan kita, dan bagaimana kita bisa mempersiapkan diri untuk kehilangan mereka?



