Rodri: Spanyol Siap Melangkah Lebih Jauh di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Rodri menyatakan Spanyol siap bersaing di Piala Dunia 2026 setelah sukses di Euro 2024, dengan modal kolektivitas dan mentalitas juara.
- Ia mengaku tidak terbebani status favorit, mengingat performa di turnamen ditentukan oleh konsistensi dan momen krusial, bukan prediksi.
- Kemenangan di Piala Dunia akan menjadi puncak karier Rodri dan mengukuhkan generasi ini dalam sejarah sepak bola Spanyol.
Gelandang bertahan Spanyol, Rodri, menegaskan bahwa La Roja siap menghadapi tantangan terbesar di Piala Dunia 2026 setelah sukses merebut gelar juara Euro 2024. Dalam wawancara eksklusif dengan FIFA, ia mengungkapkan keyakinan bahwa tim asuhan Luis de la Fuente memiliki modal kuat untuk bersaing di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersebut.
Rodri mengakui bahwa membandingkan generasi saat ini dengan tim legendaris Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 dan dua Euro adalah hal yang tidak adil. Namun, ia menekankan bahwa skuad sekarang telah membangun identitas sendiri dengan memenangkan Nations League dan Euro 2024. "Kami telah bekerja keras selama beberapa tahun terakhir untuk menumbuhkan mentalitas juara. Saya pikir kelompok pemain ini siap mengambil langkah itu," ujarnya. Jika berhasil menjuarai Piala Dunia, Rodri yakin nama mereka akan tercatat dalam sejarah.
Menariknya, Rodri menceritakan pengalaman unik saat menonton final Piala Dunia 2010. Saat itu ia berusia 14 tahun dan mengikuti kamp belajar bahasa Inggris di Connecticut, Amerika Serikat. Kamp tersebut berada di tengah hutan tanpa sinyal telepon atau internet. Ia hanya bisa mengetahui hasil pertandingan dari pesan yang diterima monitor kamp. Saat final, Rodri memohon untuk bisa menonton dan akhirnya menyaksikan Iniesta mencetak gol kemenangan. "Saya berlari ke mana-mana, tidak ada yang mengerti mengapa saya begitu bahagia," kenangnya.
Kunci sukses Spanyol saat ini, menurut Rodri, adalah kerendahan hati dan kerja sama tim. "Kami berlari seperti tim kecil, tetapi bermain seperti tim besar," katanya. Filosofi yang ditanamkan Luis de la Fuente menekankan pentingnya menutupi lebih banyak area daripada lawan, siap menghadapi segala situasi, dan selalu mau belajar. Rodri menambahkan bahwa kebersamaan yang terlihat jelas di lapangan menjadi ciri khas tim ini. "Itulah jalan menuju pencapaian besar," tegasnya.
Rodri juga menanggapi status favorit yang disematkan pada Spanyol. Menurutnya, prediksi tidak memengaruhi performa tim. "Sebelum Euro, tidak ada yang menganggap kami favorit, tetapi kami tetap juara. Turnamen seperti ini terdiri dari tujuh atau delapan pertandingan, dan Anda harus tampil maksimal di setiap momen. Satu hari buruk bisa membuat Anda pulang," jelasnya. Ia menekankan bahwa tim yang paling konsistenlah yang akan keluar sebagai pemenang.
Bagi Rodri secara pribadi, memenangkan Piala Dunia akan menjadi puncak karier. "Itu akan menjadi mimpi yang menjadi kenyataan, tidak ada yang bisa menandinginya," ujarnya. Ia berharap timnya akan dikenang sebagai tim pemberani dengan DNA kompetitif yang menghibur para penggemar. Dengan semangat kolektif dan pengalaman berharga, Spanyol tampaknya siap menulis ulang sejarah di Piala Dunia 2026.



