Sunderland Incar Jonathan David: Mesin Gol Lebih Tajam dari Brobbey
Baca dalam 60 detik
- Sunderland telah melakukan pendekatan awal untuk merekrut Jonathan David dari Juventus pada bursa transfer musim panas mendatang.
- David, yang memiliki rekor gol konsisten di Lille dan Juventus, dinilai sebagai peningkatan signifikan dari Brian Brobbey yang kerap membuang peluang.
- Jika transfer terwujud, Brobbey kemungkinan akan menjadi opsi kedua di Premier League, sementara David diharapkan membawa Sunderland ke level berikutnya.

Setelah musim debut yang solid di Premier League, Sunderland bersiap untuk berbenah di lini depan. Klub asal Inggris timur laut itu dikabarkan telah mengadakan pembicaraan awal dengan Juventus untuk merekrut penyerang timnas Kanada, Jonathan David, sebagai jawaban atas problem ketajaman yang menghantui mereka sepanjang musim.
Meski berhasil finis di posisi ketujuh dan mengamankan tiket ke Liga Europa musim depan, Sunderland hanya mencetak 42 gol di Premier League—terendah keempat di liga. Angka tersebut menjadi sorotan utama bagi manajer Regis Le Bris, yang sadar bahwa timnya membutuhkan seorang predator di kotak penalti untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Brian Brobbey, yang direkrut dari Ajax pada musim panas lalu, tampil impresif secara fisik dengan tujuh gol dari 31 penampilan. Namun, statistik menunjukkan sisi lain: pemain Belanda berusia 24 tahun itu tercatat membuang 12 peluang emas, menjadikannya salah satu penyerang paling boros di Premier League. Catatan itu bukanlah hal baru, mengingat ia hanya mencetak empat gol di Eredivisie pada musim sebelumnya.
Di sisi lain, Jonathan David datang dengan reputasi yang jauh lebih mentereng. Meski musim perdananya di Juventus tidak secemerlang saat di Lille—ia hanya mencetak delapan gol dan lima assist—pemain berusia 26 tahun itu tetap mencatatkan kontribusi gol yang lebih baik daripada Brobbey. Scout U23 Antonio Mango bahkan pernah menyebut angka produktivitas David sebagai "insane" (gila) setelah melihat konsistensinya di Ligue 1.
David telah membuktikan diri sebagai mesin gol yang andal di level tertinggi Eropa. Selama lima musim bersama Lille, ia selalu mencetak setidaknya 13 gol per musim di semua kompetisi, termasuk 77 gol dalam tiga tahun terakhirnya. Catatan itu kontras dengan Brobbey yang belum pernah menembus angka tujuh gol di liga utama Eropa dan melewatkan 61 peluang besar dalam dua musim terakhirnya di Belanda.
Bagi Sunderland, mendatangkan David bukan sekadar menambah opsi, melainkan sebuah pernyataan ambisi. Dengan Brobbey yang masih bisa menjadi pemain rotasi berkualitas di Liga Europa, kehadiran David diharapkan mampu menyelesaikan masalah produktivitas yang menghambat langkah tim. Le Bris dan jajaran rekrutmen Sunderland telah menunjukkan kecerdasan mereka di bursa transfer sebelumnya—kini tantangan mereka adalah mewujudkan transfer yang bisa membawa klub ke level berikutnya.
Pertanyaan besarnya: akankah Juventus melepas David dengan harga yang terjangkau, atau Sunderland harus bersaing dengan klub-klub Eropa lain yang juga mengincar jasa sang penyerang? Jawabannya akan menentukan apakah The Black Cats benar-benar siap untuk bersaing di papan atas Premier League musim depan.



