Lyle Foster Jadi Andalan Bafana Bafana di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Burnley striker Lyle Foster menjadi satu-satunya pemain berbasis di Inggris yang masuk skuad Afrika Selatan untuk Piala Dunia 2026.
- Pelatih Hugo Broos mengandalkan 19 pemain dari liga lokal, menandakan kepercayaan pada talenta domestik.
- Afrika Selatan akan memulai perjuangan melawan tuan rumah Meksiko pada 11 Juni 2026 di Mexico City.

Pelatih kepala Afrika Selatan, Hugo Broos, telah mengumumkan 26 pemain yang akan membela Bafana Bafana di Piala Dunia 2026, dengan menunjuk penyerang Burnley Lyle Foster sebagai satu-satunya wakil dari Inggris. Keputusan ini menandai kembalinya Afrika Selatan ke panggung terbesar sepak bola dunia setelah absen sejak menjadi tuan rumah pada 2010.
Dalam skuad yang diumumkan, 19 pemain berasal dari kompetisi domestik Afrika Selatan, menunjukkan dominasi Liga Premier Afrika Selatan (PSL) dalam persiapan tim. Foster, yang musim lalu mencetak tiga gol Premier League untuk Burnley, diharapkan menjadi ujung tombak serangan. Sementara itu, dua pemain tanpa pengalaman internasional—Olwethu Makhanya dan Bradley Cross—juga mendapat kepercayaan. Cross sebelumnya menimba ilmu di akademi Newcastle United tanpa pernah tampil di tim utama.
Afrika Selatan tergabung di Grup A bersama tuan rumah Meksiko, Republik Ceko, dan Korea Selatan. Laga pembuka melawan Meksiko akan berlangsung di Mexico City pada 11 Juni 2026, disusul pertandingan melawan Republik Ceko di Atlanta (18 Juni) dan Korea Selatan di Monterrey (24 Juni). Ini adalah partisipasi keempat Bafana Bafana setelah 1998, 2002, dan 2010—ketiganya berakhir di fase grup.
Broos, yang pernah membawa Belgia ke semifinal Piala Dunia 1986 sebagai pemain, mengakui beratnya proses seleksi. "Saya tahu pemain yang harus dicoret akan sangat kecewa. Ada keputusan sulit yang harus diambil. Semoga saya memilih yang tepat," ujarnya. Pelatih asal Belgia itu juga telah mengonfirmasi akan pensiun setelah turnamen ini.
Keputusan Broos memanggil banyak pemain lokal menuai sorotan. Namun, ia menilai kualitas PSL tidak kalah dengan liga Eropa. Dari skuad yang ada, nama-nama seperti Teboho Mokoena (Mamelodi Sundowns) dan Evidence Makgopa (Orlando Pirates) menjadi andalan di lini tengah dan depan. Sementara itu, kiper Ronwen Williams (Mamelodi Sundowns) dipercaya sebagai penjaga gawang utama.
Bagi Indonesia, keberanian Afrika Selatan mengandalkan pemain domestik bisa menjadi pelajaran. Timnas Indonesia sendiri tengah gencar menaturalisasi pemain keturunan, namun pengembangan liga lokal tetap menjadi kunci. Jika Piala Dunia 2026 menjadi ajang pembuktian bahwa talenta lokal mampu bersaing di level tertinggi, maka Afrika Selatan bisa menjadi contoh nyata.
Dengan grup berat dan catatan buruk di fase grup, Bafana Bafana menghadapi tantangan besar. Namun, kehadiran Foster dan semangat juang pemain lokal bisa menjadi kejutan. Pertanyaannya: mampukah mereka menembus babak gugur untuk pertama kalinya?



