Kekuasaan Zlatan Ibrahimovic di AC Milan: Pelatih Dipermalukan di Hari Pertama
Baca dalam 60 detik
- Zlatan Ibrahimovic diduga mengusir pelatih Paulo Fonseca dari ruang ganti pada hari pertama latihan untuk berbicara sendiri dengan pemain.
- Kekuasaan Ibrahimovic sebagai penasihat RedBird memicu kemarahan fans, terutama setelah pemecatan massal eksekutif klub.
- Insiden ini memperkuat laporan konflik fisik antara Ibrahimovic dan mantan pelatih Max Allegri.

Zlatan Ibrahimovic, penasihat khusus pemilik saham mayoritas AC Milan, RedBird Capital, kembali menjadi sorotan setelah terungkap bahwa ia diduga mempermalukan pelatih Paulo Fonseca di hari pertama latihan. Menurut laporan jurnalis kawakan Milan, Carlo Pellegatti, Ibrahimovic memerintahkan Fonseca keluar dari ruang ganti agar ia bisa berbicara empat mata dengan para pemain. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap otoritas pelatih dan menjadi awal dari kekacauan di klub raksasa Italia tersebut.
Pellegatti mengungkapkan cerita ini dalam acara Sportmediaset, menyebut bahwa Ibrahimovic memperkenalkan Fonseca kepada skuad, lalu dengan tegas berkata, “Sekarang saya akan bicara, Fonseca harus keluar.” Para pemain pun menyaksikan Ibrahimovic mengambil alih kendali, sementara Fonseca dipinggirkan. “Pernahkah Anda melihat hal seperti itu? Jika Anda bertindak seperti itu, semuanya berakhir sebelum dimulai,” ujar Pellegatti. Fonseca hanya bertahan dari Juli hingga akhir Desember 2024 sebelum dipecat dan digantikan Sergio Conceicao.
Insiden ini memperkuat laporan sebelumnya tentang hubungan buruk antara Ibrahimovic dan mantan pelatih Max Allegri, yang bahkan disebut-sebut nyaris berujung perkelahian fisik di sebuah restoran. Allegri, yang dipecat oleh pemilik RedBird Gerry Cardinale bersama sejumlah eksekutif lainnya, dinilai sebagai satu-satunya sosok yang mampu mengendalikan Ibrahimovic. “Inilah mengapa Allegri dibutuhkan di sana, dialah yang mendorong Zlatan keluar,” tambah Pellegatti.
Kekuasaan Ibrahimovic di AC Milan semakin menjadi perhatian setelah Cardinale memecat pelatih Allegri, CEO Giorgio Furlani, direktur olahraga Igli Tare, dan direktur teknis Geoffrey Moncada dalam satu pernyataan singkat. Kini, Ibrahimovic dan Cardinale bersama-sama memilih pemimpin baru klub. Namun, para penggemar mulai resah dengan pengaruh besar yang dimiliki mantan pemain Swedia itu, yang secara teknis hanya berstatus penasihat tanpa peran resmi di klub.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana figur non-pelatih bisa menggerogoti otoritas teknis di klub besar. Di era di mana pemilik klub sering kali memberikan kekuasaan berlebihan kepada mantan pemain ikonik, AC Milan menjadi studi kasus tentang batasan peran penasihat. Jika tidak segera diatasi, kekacauan internal ini bisa mengancam ambisi Milan untuk kembali ke puncak Serie A dan Eropa.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Cardinale membatasi pengaruh Ibrahimovic, atau justru semakin memperkuat posisinya? Dengan pemilihan pemimpin baru yang sedang berlangsung, masa depan AC Milan berada di persimpangan. Keputusan yang diambil dalam beberapa pekan mendatang akan menentukan apakah klub ini mampu bangkit dari keterpurukan atau justru terjerumus dalam konflik berkepanjangan.



