Lonjakan 87 Persen: Nilai Pasar Jay Idzes Tembus Rp243 Miliar, Termahal di Timnas Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Jay Idzes melesat 87 persen menjadi Rp243,4 miliar setelah musim gemilang bersama Sassuolo di Serie A.
- Bek berusia 25 tahun itu menjadi pemain termahal di skuad Garuda, mengungguli Kevin Diks (Rp86,9 miliar) dan Calvin Verdonk (Rp52,14 miliar).
- Cedera tumit memaksanya absen pada FIFA Matchday Juni 2026 melawan Oman dan Mozambik, namun prospeknya di Eropa tetap cerah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497639/original/049109900_1770643991-000_96LN2RG.jpg)
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mencatatkan rekor baru sebagai pemain termahal di skuad Garuda setelah nilai pasarnya meroket 87 persen dalam satu musim terakhir. Berdasarkan data Transfermarkt, bek tengah Sassuolo itu kini dihargai sekitar Rp243,4 miliar, naik drastis dari Rp130,3 miliar saat didatangkan dari Venezia.
Lonjakan ini tidak terlepas dari performa impresif Idzes di Serie A 2025/2026. Sejak bergabung dengan Sassuolo, pemain berusia 25 tahun itu langsung menjadi pilar utama di lini belakang. Ia tampil sebagai starter dalam 35 pertandingan, mencatatkan 3.063 menit bermain, dan membantu tim meraih 14 kemenangan serta delapan clean sheet. Statistik tersebut menunjukkan betapa krusial perannya dalam menjaga stabilitas pertahanan klub promosi tersebut.
Yang menarik, tanpa kehadiran Idzes, Sassuolo selalu kalah dan kebobolan tujuh gol dalam tiga laga yang ia lewatkan. Fakta ini menegaskan bahwa ia bukan sekadar pemain pelapis, melainkan elemen vital yang sulit digantikan. Adaptasinya yang cepat di kasta tertinggi sepak bola Italia menjadi bukti kematangan dan kualitasnya sebagai bek modern.
Kenaikan nilai pasar ini juga mengukuhkan posisi Idzes sebagai pemain termahal di Timnas Indonesia. Di bawahnya, Kevin Diks (Rp86,9 miliar) dan Calvin Verdonk (Rp52,14 miliar) menjadi dua nama berikutnya. Emil Audero (Rp48,67 miliar) dan Maarten Paes (Rp34,76 miliar) melengkapi lima besar. Dominasi pemain keturunan di papan atas menunjukkan tren naturalisasi yang mulai membuahkan hasil, meski masih perlu diimbangi dengan pembinaan pemain lokal.
Namun, kabar kurang menggembirakan datang dari kondisi fisik Idzes. Ia dipastikan absen membela Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026 karena cedera tumit yang dialaminya saat membela Sassuolo. Dua laga uji coba melawan Oman (5 Juni) dan Mozambik (9 Juni) di Stadion Utama Gelora Bung Karno harus dijalani tanpa kehadiran sang kapten. Absennya Idzes menjadi pukulan bagi pelatih Shin Tae-yong yang tengah mematangkan strategi menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Meski begitu, prospek jangka panjang Idzes tetap cerah. Dengan usia yang masih 25 tahun dan performa konsisten di Serie A, bukan tidak mungkin ia akan dilirik klub-klub besar Eropa pada bursa transfer mendatang. Jika tren ini berlanjut, nilai pasarnya bisa terus meroket, sekaligus menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia di masa depan. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan performa puncak dan membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi?



